Kabut Asap Indonesia Bayangi F1 di Malaysia dan Singapura

Nabila Rahil Ainanisa • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:04 WIB
Cuaca di Sepang Sirkuit Malaysia. (Formula 1)
Cuaca di Sepang Sirkuit Malaysia. (Formula 1)

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menimbulkan kabut asap lintas batas yang berdampak pada Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menjadi perhatian menjelang rangkaian ajang Formula 1 di kawasan tersebut, terutama setelah Bahrain Grand Prix dipindahkan ke Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Skala kebakaran di Indonesia terlihat dari jumlah titik panas yang terus meningkat. Platform pemantauan kebakaran Kementerian Kehutanan mencatat 15.461 titik panas sepanjang September 2026. Jumlah tersebut telah melampaui tingkat yang tercatat pada 2019 dan menjadi yang tertinggi kedua setelah 2015. Pada saat yang sama, fire weather index masih berada pada tingkat sangat tinggi di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatra bagian selatan.

Dampak kabut asap paling terlihat di Malaysia dan Singapura. Di Kuala Lumpur, kualitas udara yang memburuk terjadi bersamaan dengan persiapan Formula 1 di Sepang serta Standard Chartered Marathon. Sementara itu, di Singapura, empat dari lima wilayah tercatat mengalami kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Sebuah half marathon di Singapura bahkan harus dipersingkat pada akhir pekan sebelumnya akibat kondisi udara yang buruk.

Baca Juga: Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship Tingkat Nasional Digelar di GOR Ciracas

Situasi tersebut juga menjadi perhatian bagi penyelenggaraan Formula 1 di Singapura yang dijadwalkan berlangsung setelah balapan di Malaysia. Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi pembalap, kru, serta penonton yang berada di area terbuka.

Di Malaysia, Formula 1 menyatakan terus memantau kondisi udara dan menilai situasi di Sirkuit Sepang masih berada pada tingkat yang tidak mengkhawatirkan. Namun, pemerintah Malaysia tetap melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan titik panas, termasuk melalui penyemaian awan ketika kondisi memungkinkan.

Kabut asap ini menunjukkan bagaimana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat memberikan dampak langsung hingga ke negara-negara tetangga. Dalam Formula 1, persoalan lingkungan di Indonesia bahkan berpotensi memengaruhi penyelenggaraan dua seri balapan di kawasan Asia Tenggara, yaitu di Malaysia dan Singapura.

Editor : Bintang Pradewo
kabut asap f1