Tips Menjaga Kebersihan Telinga dan Pendengaran agar Tetap Sehat

Rafi Akbar • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Illustrasi Foto Telinga yang Sehat (Dok. Alodokter)
Illustrasi Foto Telinga yang Sehat (Dok. Alodokter)

JawaPos.com - Telinga menjadi salah satu bagian tubuh yang memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari. Selain membantu mendengar suara di sekitar, telinga juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan telinga tidak kalah penting dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Namun, masih banyak orang yang menganggap membersihkan telinga berarti harus mengorek bagian dalamnya. Penggunaan cotton bud bahkan sering menjadi kebiasaan setelah mandi atau ketika merasa telinga kotor. Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu diperlukan dan justru bisa menimbulkan masalah jika dilakukan dengan cara yang salah.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus melindungi pendengaran? Berikut lima tips yang bisa diterapkan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Matcha yang Wajib Dicoba, Ada Hakuji hingga UKI Matcha

1. Bersihkan bagian luar telinga, bukan mengoreknya terlalu dalam

Membersihkan telinga bukan berarti harus mengeluarkan seluruh kotoran yang ada di dalamnya. Pasalnya, serumen atau kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi untuk melindungi saluran telinga dari debu dan kotoran.

Dilansir dari Mayo Clinic, serumen secara alami dapat bergerak menuju bagian luar telinga dan biasanya akan keluar dengan sendirinya. Karena itu, memasukkan benda seperti cotton bud ke dalam saluran telinga justru dapat mendorong kotoran semakin dalam dan berisiko menyebabkan masalah.

Untuk menjaga kebersihannya, bagian luar telinga yang terlihat bisa dibersihkan secara perlahan menggunakan kain atau handuk yang bersih. Tidak perlu memasukkan benda apa pun ke dalam liang telinga hanya untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa.

Jika kotoran telinga menumpuk hingga menyebabkan telinga terasa tersumbat atau pendengaran terganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan agar penanganannya sesuai dengan kondisi telinga.

2. Hindari penggunaan cotton bud di dalam telinga

Baca Juga: 5 Ide Olahan Kentang Yang Cocok Untuk Menu Diet, Praktis dan Lezat!

Cotton bud memang sering digunakan untuk membersihkan telinga. Namun, benda tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk mengorek bagian dalam saluran telinga.

Dikutip dari Mayo Clinic. Penggunaan cotton bud untuk mengeluarkan kotoran yang menumpuk justru dapat membuat serumen terdorong lebih dalam dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada saluran telinga atau gendang telinga.

Karena itu, jika telinga terasa penuh atau pendengaran mulai berkurang akibat kotoran telinga, sebaiknya jangan langsung mengoreknya sendiri. Penanganan oleh tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Jaga telinga dari paparan suara terlalu keras

Menjaga kesehatan telinga bukan hanya soal kebersihan. Pendengaran juga perlu dilindungi dari suara yang terlalu keras, terutama bagi kamu yang sering menggunakan earphone atau headphone.

Dilansir dari WHO, paparan suara keras secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada sel sensorik di telinga. Jika terjadi berulang kali, kerusakan tersebut dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang bersifat permanen.

Karena itu, volume perangkat audio sebaiknya tidak diatur terlalu tinggi. WHO juga menyarankan menjaga volume perangkat pribadi di bawah 60 persen dari tingkat maksimal dan memberikan waktu istirahat bagi telinga setelah terpapar suara keras.

Baca Juga: LPS Diganjar Penghargaan Tata Kelola Dana Publik

Selain ketika menggunakan earphone, perlindungan juga perlu diperhatikan saat berada di tempat dengan suara bising, seperti konser, klub, atau lingkungan kerja tertentu. Menggunakan pelindung telinga dan menjauh dari sumber suara dapat membantu mengurangi paparan suara langsung.

4. Beri waktu istirahat setelah menggunakan earphone

Menggunakan earphone dalam waktu lama mungkin sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mendengarkan musik, menonton video, bermain gim, hingga mengikuti rapat daring sering dilakukan menggunakan perangkat audio.

Namun, durasi penggunaan dan tingkat volume tetap perlu diperhatikan. Semakin keras suara dan semakin lama telinga terpapar, semakin besar pula risiko gangguan pendengaran.

Dikutip dari WHO, suara dengan tingkat sekitar 80 desibel dapat didengarkan hingga 40 jam dalam satu minggu, sedangkan pada tingkat 90 desibel, waktu aman tersebut berkurang menjadi sekitar empat jam per minggu.

Karena itu, tidak ada salahnya memberikan jeda setelah menggunakan earphone dalam waktu cukup lama. Selain menurunkan volume, beristirahat sejenak di lingkungan yang lebih tenang juga dapat membantu mengurangi paparan suara pada telinga.

5. Jangan abaikan tanda-tanda gangguan pendengaran

Baca Juga: 5 Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan, Baik Untuk Mata Hingga Jantung!

Telinga yang sehat bukan berarti hanya bebas dari kotoran. Perubahan pada kemampuan mendengar juga perlu diperhatikan, terutama jika mulai muncul keluhan yang tidak biasa.

Dilansir dari WHO, beberapa tanda yang dapat menunjukkan adanya gangguan pendengaran antara lain telinga terus-menerus berdenging, kesulitan mendengar suara bernada tinggi, atau kesulitan mengikuti percakapan ketika berada di tempat yang ramai.

Sementara itu, NHS juga menyarankan untuk memeriksakan kondisi telinga jika mengalami gangguan pendengaran. Penggunaan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising juga dapat membantu mencegah kerusakan pendengaran lebih lanjut.

Jika muncul rasa sakit, keluar cairan dari telinga, pendengaran tiba-tiba berkurang, atau telinga terus berdenging, jangan mencoba mengatasinya dengan mengorek telinga. Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.

Mulai dari Kebiasaan Sederhana

Baca Juga: 5 Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan, Baik Untuk Mata Hingga Jantung!

Menjaga kesehatan telinga sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Membersihkan bagian luar telinga, tidak memasukkan cotton bud terlalu dalam, serta menjaga volume suara menjadi beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.

Selain itu, memberikan waktu istirahat bagi telinga dan tidak mengabaikan perubahan pada pendengaran juga penting dilakukan. Terlebih bagi orang yang sehari-hari cukup sering menggunakan earphone atau berada di lingkungan dengan suara bising.

Dengan membiasakan perawatan yang tepat, kebersihan telinga tetap terjaga sekaligus membantu melindungi fungsi pendengaran. Jadi, jangan hanya memperhatikan telinga ketika terasa bermasalah. Mulai dari kebiasaan kecil sehari-hari agar kesehatan telinga tetap terjaga.

Editor : Bintang Pradewo
telinga pendengaran