JawaPos.com - Menghabiskan waktu bersama pasangan sebelum tidur menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan anak muda. Tidak hanya bertukar pesan, sebagian pasangan juga memilih melakukan panggilan telepon hingga tertidur atau yang dikenal dengan istilah sleep call.
Kebiasaan ini kerap menjadi cara untuk melepas rindu, terutama bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR). Berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari hingga mendengar suara pasangan sebelum tidur bisa menjadi momen tersendiri untuk menjaga kedekatan.
Namun, kebiasaan yang dianggap romantis ini juga perlu diperhatikan apabila membuat seseorang tidur lebih larut atau terus menggunakan ponsel menjelang waktu istirahat. Pada dasarnya, kualitas tidur berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Lantas, apa saja dampak sleep call bagi kesehatan? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Berpotensi Mengganggu Kualitas Tidur
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan sleep call adalah durasi panggilan. Percakapan yang awalnya hanya berlangsung sebentar bisa berlanjut hingga larut malam, terutama ketika pasangan memiliki banyak cerita untuk dibagikan.
Jika kebiasaan tersebut membuat waktu tidur tertunda, seseorang beresiko kehilangan waktu istirahat yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, penggunaan ponsel menjelang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap. Karena itu, penting untuk mengatur durasi sleep call agar tidak mengganggu waktu istirahat.
2. Membuat Tubuh Lebih Mudah Lelah
Waktu tidur yang berkurang akibat terlalu lama melakukan sleep call juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh pada pagi hari. Seseorang mungkin merasa masih mengantuk, kurang bertenaga, atau kesulitan memulai aktivitas setelah bangun tidur.
Jika sleep call membuat waktu tidur terus berkurang, kebutuhan istirahat tersebut bisa tidak terpenuhi. Akibatnya, aktivitas seperti bekerja, mengikuti perkuliahan, maupun menyelesaikan pekerjaan sehari-hari dapat terasa lebih berat.
3. Konsentrasi Bisa Terganggu
Selain memengaruhi kondisi fisik, kurang tidur juga dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Hal ini perlu diperhatikan, terutama bagi anak muda yang harus menjalani aktivitas sejak pagi hari.
Sleep call yang berlangsung hingga larut malam bisa membuat seseorang sulit menjaga jadwal tidur secara teratur. Jika waktu istirahat menjadi lebih singkat, tubuh dan pikiran mungkin tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Karena itu, menjaga waktu tidur tetap teratur menjadi salah satu langkah penting agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
4. Membuat Waktu Tidur Semakin Tidak Teratur
Kebiasaan sleep call yang dilakukan setiap malam juga perlu diperhatikan apabila membuat seseorang terus mengubah jadwal tidurnya. Misalnya, seseorang yang sebenarnya sudah mengantuk memilih tetap terjaga karena percakapan dengan pasangan belum selesai.
Jika hal tersebut terjadi berulang kali, waktu tidur bisa semakin mundur, sedangkan waktu bangun tetap mengikuti jadwal kuliah atau pekerjaan. Akibatnya, durasi tidur menjadi lebih pendek.
Karena orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap hari. Memenuhi kebutuhan tidur dan menjaga jadwal istirahat secara teratur merupakan bagian penting dari kebiasaan tidur yang sehat.
Untuk menghindari waktu tidur yang berantakan, pasangan bisa menentukan waktu khusus untuk berbincang sebelum tidur. Dengan begitu, komunikasi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat.
5. Penggunaan Ponsel Sebelum Tidur Perlu Dibatasi
Sleep call tidak selalu dilakukan melalui panggilan suara. Sebagian pasangan memilih panggilan video agar bisa melihat wajah satu sama lain sebelum tidur.
Meski dapat membantu menjaga kedekatan, penggunaan ponsel menjelang tidur tetap perlu dibatasi, terutama jika membuat seseorang terus menatap layar atau terlibat dalam percakapan yang membuatnya sulit beristirahat.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyelesaikan percakapan sebelum waktu tidur, meredupkan pencahayaan kamar, serta mengakhiri panggilan ketika sudah waktunya beristirahat.
Sleep call pada dasarnya tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Kebiasaan ini bisa menjadi salah satu cara bagi pasangan untuk menjaga komunikasi dan berbagi cerita setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, durasi panggilan dan penggunaan ponsel menjelang tidur tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai keinginan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan justru membuat waktu istirahat berkurang dan aktivitas keesokan harinya terganggu.
Dengan mengatur waktu panggilan dan menjaga jadwal tidur tetap teratur, anak muda tetap bisa menikmati momen bersama pasangan tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Editor : Bintang Pradewo