AS dan Jepang Intervensi Pasar Valas untuk Perkuat Yen, Pertama sejak 2011

Muhtamimah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:55 WIB
Jepang dan AS melakukan intervensi bersama di pasar valas untuk memperkuat yen. Langkah ini menjadi yang pertama sejak 2011. (Dok. Nikkei)
Jepang dan AS melakukan intervensi bersama di pasar valas untuk memperkuat yen. Langkah ini menjadi yang pertama sejak 2011. (Dok. Nikkei)

JawaPos.com – Jepang dan Amerika Serikat (AS) mengambil langkah langka untuk membendung pelemahan yen. Kedua negara mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing (valas), yang menjadi aksi terkoordinasi pertama sejak pascagempa besar Jepang pada 2011.

Kementerian Keuangan Jepang menyatakan intervensi dilakukan untuk meredam volatilitas berlebihan setelah yen terpuruk ke level terendah dalam hampir 40 tahun.

"Intervensi pembelian yen dilakukan untuk mengatasi volatilitas yang berlebihan dan pergerakan nilai tukar yang tidak teratur," demikian pernyataan resmi Kementerian Keuangan Jepang yang dikutip Reuters, Selasa (4/8).

Pemerintah Jepang menegaskan komunikasi dengan Departemen Keuangan AS terus dilakukan. Tokyo juga membuka peluang melakukan intervensi lanjutan apabila kondisi pasar kembali bergejolak.

"Kami tidak akan ragu melakukan intervensi bersama kembali," lanjut pernyataan tersebut.

Konfirmasi itu memperkuat pernyataan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya. Trump mengatakan Washington membantu menopang yen sebagai bentuk dukungan kepada Jepang sekaligus menjaga stabilitas ekonomi global.

"Yen mereka melemah dan mereka membutuhkan sedikit bantuan. Kami selalu ada untuk Jepang," ujar Trump.

Meski demikian, sejumlah analis menilai intervensi saja belum cukup membalikkan tren pelemahan yen. Faktor fundamental, seperti tingginya harga energi akibat konflik di Timur Tengah dan masih lebarnya selisih suku bunga Jepang dengan AS, dinilai tetap menjadi tekanan utama terhadap mata uang Jepang.

Ekonom Senior NLI Research Institute Tsuyoshi Ueno mengatakan dampak intervensi bersama memang lebih kuat dibandingkan aksi sepihak Jepang. Namun, selama faktor fundamental belum berubah, penguatan yen diperkirakan hanya bersifat sementara.

"Karena itu, intervensi saja kemungkinan tidak akan memicu penguatan yen secara berkelanjutan," katanya. 

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Jepang Amerika Serikat YEN