JawaPos.com - Belakangan ini olahan ubi sedang viral di media sosial, mulai dari ubi cilembu cream cheese hingga QQ balls Taiwan. Ubi jalar yang selama ini identik dengan makanan tradisional pun kini banyak dikreasikan menjadi berbagai hidangan kekinian. Namun, tak hanya menarik untuk diolah, ubi jalar juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mata hingga mendukung kesehatan jantung.
Dilansir dari Alodokter, dalam 100 gram ubi jalar rebus matang terdapat sekitar 100 kalori, 24 gram karbohidrat, 1 gram serat, dan 6 gram gula. Ubi jalar juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti kalsium, fosfor, vitamin C, dan beta-karoten. Kandungan nutrisi inilah yang membuat ubi jalar memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat dari ubi jalar yang bisa kamu dapatkan? Berikut beberapa manfaat ubi jalar yang dilansir dari berbagai sumber!
1. Meningkatkan Kesehatan Usus
Ubi jalar dikenal akan kandungan seratnya yang tinggi. Selain bisa membantu membuat perut kenyang lebih lama, serat pada ubi jalar juga baik untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan. Salah satunya dengan membantu menjaga buang air besar tetap teratur, sehingga pencernaan pun bisa tetap berjalan dengan baik.
Tak hanya itu, Cleveland Clinic menyebut ubi jalar juga dapat membantu mempertahankan jumlah bakteri baik dalam mikrobioma usus. Keberadaan bakteri baik tersebut turut mendukung kesehatan usus dan dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Mata
Tak hanya serat, ubi jalar juga mengandung beta-karoten yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mata. Kandungan antioksidan ini jugalah yang turut memberikan warna kuning khas pada jenis ubi jalar tertentu.
Begitu dikonsumsi, kandungan beta-karoten pada ubi jalar ini akan diubah menjadi vitamin A. Cleveland Clinic menyebutkan vitamin tersebut dapat membantu melindungi penglihatan, termasuk menurunkan risiko katarak dan mencegah mata kering. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, ubi jalar bisa kamu konsumsi sebanyak 200 gram atau sekitar satu cangkir per hari.
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Ubi jalar juga mengandung kalium, dan antosianin yang sama-sama berperan untuk menjaga kesehatan jantung. Dilansir dari Cleveland Clinic, kandungan antosianin pada ubi jalar memiliki sifat antiinflamasi dan berpotensi melindungi tubuh dari penyakit jantung. Sementara itu, kandungan seratnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mengurangi tekanan pada jantung dan pembuluh darah.
Kalium dalam ubi jalar pun juga dapat membantu mengatur tekanan darah. Meski begitu, Alodokter menyebut penggunaan garam saat mengolah ubi jalar tetap perlu diperhatikan karena penambahan garam secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan natrium yang justru berisiko meningkatkan tekanan darah.
4. Menjadi Sumber Energi Bagi Tubuh
Ubi jalar mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Kandungan ini membuat ubi jalar cocok dijadikan salah satu pilihan makanan ketika tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas.
Alodokter menyebut kandungan karbohidrat dalam ubi jalar bahkan lebih tinggi dibandingkan kentang. Di dalam tubuh, karbohidrat tersebut nantinya akan diproses menjadi bahan bakar yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jadi, ubi jalar bisa kamu jadikan sebagai alternatif sumber karbohidrat jika bosan dengan nasi atau kentang.
5. Membantu Mengontrol Gula Darah
Tak semua jenis ubi jalar memiliki indeks glikemik yang sama. Ada jenis tertentu yang indeks glikemiknya rendah yaitu ubi jalar dengan kulit dan dagingnya yang berwarna putih, cocok kalau kamu sedang menjaga kadar gula darah.
Dilansir dari Alodokter, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ubi jalar dengan kulit dan daging berwarna putih ini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Jenis ubi tersebut juga disebut dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Meski demikian, bagi penderita diabetes sebaiknya tetap perlu membatasi konsumsinya.
Dari semua manfaat di atas, ubi jalar ternyata bukan hanya menarik untuk diolah menjadi makanan kekinian. Di balik rasa manisnya, ada kandungan gizi yang baik untuk tubuh.
Meski begitu, ubi jalar sebaiknya tetap dikonsumsi sewajarnya dan tidak berlebihan. Sebagaimana dilansir dari Primaya Hospital, mengonsumsi ubi jalar secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan, mulai dari kadar gula darah yang meningkat karena gula alami di dalamnya, gangguan pencernaan seperti kembung dan diare, hingga risiko batu ginjal akibat kandungan oksalat, bahkan sebagian orang juga bisa mengalami reaksi alergi. Karena itu, ubi jalar sebaiknya dicuci bersih sebelum diolah untuk mengurangi residu pestisidanya, terutama pada ubi non-organik.
Manfaat ubi jalar juga akan lebih optimal jika dibarengi dengan pola makan yang seimbang dan bervariasi. Cara mengolahnya pun perlu diperhatikan agar kandungan gizinya tetap terjaga, misalnya dengan cara memanggang, merebus dalam panci tertutup, atau dikukus. Selain itu, ubi jalar sebaiknya diolah bersama kulitnya karena bagian tersebut kaya akan antioksidan. Dengan begitu, selama diolah dengan porsi yang pas dan cara masak yang tepat, ubi jalar tetap bisa menjadi pilihan makanan yang lezat sekaligus menyehatkan.
Editor : Bintang Pradewo