Rabu, 22 Juli 2026
Logo

TOD Glodok-Kota Tua Akan Beraroma Eropa dan Pecinan, Ini yang Dikatakan Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta !

Minggu, 10 Ags 2025 | 22:44 WIB
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud menjelaskan bahwa gedung di Jalan Malaka, Kota Tua, bisa dikembangkan seperti Hotel Park Plaza Victoria Amsterdam, Belanda.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud menjelaskan bahwa gedung di Jalan Malaka, Kota Tua, bisa dikembangkan seperti Hotel Park Plaza Victoria Amsterdam, Belanda.

JawaPos.com - Bayangkan keluar dari Stasiun MRT, lalu hanya berjalan kaki akan disambut deretan bangunan bersejarah, kafe-kafe yang wangi kopinya menyeruak, dan jalur pedestrian yang bebas dari asap kendaraan. Semua itu tidak hanya ditemukan di negara Eropa, tetapi juga di jantung Jakarta.


Itulah gambaran masa depan transit oriented development (TOD) Glodok–Kota Tua, salah satu proyek paling unik dari PT MRT Jakarta untuk pengembangan kawasan stasiun yang dibangun pada Fase 2A Bundaran HI-Kota.

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud menuturkan, TOD itu berbeda dari kebanyakan TOD lain yang berfokus membangun ikon baru. ’’TOD Glodok-Kota Tua itu tidak berbicara membangun, tapi bicara pengelolaan aset yang sudah indah. Jadi, nanti nggak perlu ke luar negeri untuk mendapatkan view yang bagus, cukup naik MRT turun di Stasiun Kota, dapatlah itu,'' terangnya.

View itu disebutkannya bisa didapatkan tidak lama lagi. Sebab, Stasiun Kota, yang masuk proyek 2A itu direncanakan beroperasi pada akhir 2029. Artinya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kawasan itu harus siap menjadi magnet wisata baru ibu kota. Dengan pendekatan urban design, dari area dari Pantjoran Tea House hingga Kota Tua akan diubah menjadi zona pedestrian.

Bahkan, mereka akan mengusulkan hanya bus Transportasi Jakarta (TJ) yang bisa melintas di sana, itupun harus berbasis listrik. ''Jadi, yang belanja atau ngopi di sana nantinya tak perlu khawatir kena asap,'' kata Farchad.

Inspirasi pengembangan itu datang dari pengalaman kota-kota Eropa. Farchad juga mencontohkan Hotel Park Plaza Victoria Amsterdam yang berdiri megah di depan Amsterdam Central Station. Bangunan itu dikembangkan menjadi penginapan yang cukup bernilai.

Bangunan di Kota Tua juga bisa dikembangkan dengan hal yang sama. Dia bahkan mengambil contoh bangunan yang ada di Jalan Malaka, kiri Kali Besar, yang bentuknya mirip dengan bangunan Hotel Park Plaza Victoria tersebut. ’’Jadi, menjadi PR terberat kami untuk menghidupkan aset-aset di Kota Tua,’’ terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada perbedaan pengembangan antara kawasan Glodok dan Kota Tua. Di Glodok tetap ada peluang pembangunan gedung tinggi, namun mereka akan mempertahankan pecinanan. Sementara Kota Tua diarahkan menjadi pusat wisata sejarah dengan daya tarik internasional.

Sementara itu, Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo menuturkan, proses inventarisasi gedung di Kawasan Glodok dan Kota Tua itu masih berlangsung. Setelah teridentifikasi, barulah dilakukan penjajakan dengan para pemilik, baik swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah. Skema kerja sama untuk pengembangannya juga akan disesuaikan, namun tetap melibatkan Pemprov DKI.

’’Sebenarnya, kalau bangunan itu tidak cagar budaya, prosesnya jauh lebih mudah. Karena kalau cagar budaya ada undang-undang yang mengaturnya, ada protokol pelestarian yang harus dipenuhi,’’ jelasnya. Demikian juga jika bangunan yang ada di sana milik Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), mereka akan mengikuti aturan yang berlaku untuk mengembangkan bangunan itu sebagai bagian dari TOD Kota Tua.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Keliling Jakarta Makin Seru! Cobain Berburu Stempel Unik di Stasiun MRT Jakarta

Keliling Jakarta Makin Seru! Cobain Berburu Stempel Unik di Stasiun MRT Jakarta

Bukan berburu kuliner atau mencari spot foto estetik, melainkan mengumpulkan stempel unik yang tersedia di sejumlah stasiun MRT Jakarta.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia