Tercatat 2.829 Sekolah di DKI Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

JawaPos.com – Aksi unjuk rasa yang memanas di Jakarta dan kota-kota lainnya belum juga berakhir. Banyak warga yang khawatir menjalankan aktivitasnya. Termasuk, anak-anak sekolah di Jakarta. Alhasil, banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Dinas Pendidikan (Dispendik) DKI bahkan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 8660/PK.00.00 kepada kepala satuan pendidikan negeri dan swasta di Jakarta untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran. Baik yang dilaksanakan secara langsung ataupun dari rumah.
Dengan adanya SE tersebut, Pemprov DKI memberikan kebebasan kepada sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung maupun daring. ’’Dispendik DKI memutuskan, ada sebanyak 2.829 sekolah yang pembelajaran secara daring atau PJJ,'' kata Gubernur DKI Pramono Anung.
Selain daring, ada juga 2.439 sekolah yang melaksanakan secara luring dan hybrid di 346 sekolah. ’’Kenapa ini dilakukan? karena bagaimana pun, supaya proses pendidikan di Jakarta tidak terganggu,’’ katanya.
Namun, imbauan terkait PJJ itu kapan berakhir, Pramono belum bisa memastikannya. Karena itu, SE edaran yang diterbitkan bersifat imbauan, bersifat situasional.
''Dan untuk sampai kapan? tergantung perkembangan lapangan. Kalau 1-2 hari ini kemudian semuanya sudah berjalan normal ya kami cabut,’’ jelasnya.
Hal serupa juga disebutkannya juga berlaku untuk kebijakan imbauan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Jika kondisi lapangan sudah bebas dari unjuk rasa anarkis, SE imbauan WFH itu dicabut.
’’Tapi, itu tetap kami serahkan sepenuhnya kepada swasta untuk mengambil kebijakan,’’ katanya.




