Mensos Gus Ipul: Murid Sekolah Rakyat Tak Boleh Berhenti di Bangku SMA, Harus Kuliah

JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menekankan pentingnya hilirisasi Sekolah Rakyat. Nasib lulusan tidak boleh terhenti di bangku sekolah menengah atas (SMA) saja.
Mensos mengungkapkan, sudah ada bekal dari hasil DNA Talent Mapping. Pemetaan tersebut menunjukkan minat para murid, di mana tersebar pada bidang STEM, sosial, dan bahasa. Hasil tersebut yang kemudian diarahkan pada pengembangan potensi sesuai bakat di sekolah.
“Dalam proyeksi ke depan, sebagian besar siswa dipersiapkan untuk berkarir di bidang teknik dan kesehatan, sementara lainnya diarahkan ke bidang hukum, bahasa, dan profesi lainnya,” ujarnya keterangan resminya Kamis (25/9).
Karena itu, arah pembangunan Sekolah Rakyat tidak akan berhenti pada jenjang pendidikan menengah. Pemerintah memastikan lulusan Sekolah Rakyat diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja, sesuai hasil pemetaan potensi masing-masing.
“Kita tidak boleh berhenti di bangku SMA. Semua lulusan harus diarahkan untuk kuliah atau bekerja sesuai hasil DNA Talent Mapping mereka. Itulah hilirisasi Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Dalam arahannya kepada Kepala Sekolah Rakyat tahap 1C yang dilakukan secara daring, menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu juga menekankan sejumlah tugas prioritas yang harus segera dilaksanakan. Antara lain melaporkan kesiapan prasarana dasar seperti asrama, air, listrik, tenaga pengajar dan tenaga kependidikan.
Selain itu, ia juga meminta kepala sekolah untuk melakukan penguatan koordinasi dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat, unsur TNI/Polri, serta tokoh lokal. Menurutnya, masalah akan selalu ada namun kuncinya adalah bagaimana menyelesaikannya dengan koordinasi dan kerja sama.
Terkait hilirisasi siswa Sekolah Rakyat, menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M. Nuh harus dipastikan keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau ingin langsung bekerja setelah lulus. Setelahnya, dilakukan persiapan yang matang untuk masing-masing anak.
“Karena anak-anak SR itu kan tidak hanya melanjutkan (pendidikan, red). Ada yang (ingin) kerja, yang kerja ini yang perlu kita pikirkan ke depan, urusan-urusan apa, atau organisasi apa yang bisa menampung mereka itu,” paparnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan banyak pihak. Baik itu perguruan tinggi maupun perusahaan/pengusaha dalam rangka mendukung hilirisasi siswa Sekolah Rakyat.
Sementara itu, terkait evaluasi dan pengawasan Sekolah Rakyat, Nuh mengaku sudah membentuk Gugus Tugas Pengendalian Operasional. Dalam kerangka pengawasan, gugus tugas ini berfungsi mengawal urgensi dan mitigasi dari kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu menegaskan, pengawasan pelaksanaan Sekolah Rakyat penting dilakukan untuk menjamin program sesuai dengan tujuan, tepat sasaran, dan berkualitas. Karenanya, dia juga mengingatkan untuk tidak ada kesalahan dan kecurangan dalam pengadaan barang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat
“Kita tunjukkan diferensiasi dari SR (Sekolah Rakyat) itu, kalau kita bisa mengemas diferensiasi itu, dan bisa membuktikannya diferensiasi itu, luar biasa,” pungkasnya.





