Pemprov DKI Bersama Pemerintah Pusat Siapkan Lintasan Kereta 602 Kilometer

JawaPos.com – Jakarta akan memiliki lintasan kereta sepanjang 602,64 kilometer. Hal itu tertuang dalam Rencana induk Perkeretaapian Perkotaan (RIPP) DKI Jakarta. Perinciannya, sepanjang 221,32 kilometer dibangun Pemprov DKI dan 381,32 kilometer dibangun Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo menuturkan, dari rencana pembangunan oleh Pemprov DKI, yang sudah terbangun saat ini ada MRT Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer dan LRT Jakarta Pegangsaan Dua-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer. Lalu, yang sedang proses itu ada Bundaran HI- Kota sepanjang 6,3 kilometer dan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai 6,4 kilometer.
’’Nantinya, kalau MRT Selatan -Utara itu sampai Ancol maka panjangnya lintasannya bertambah 6 kilometer, maka totalnya mencapai 28,3 kilometer,'' jelasnya.
Tidak berhenti sampai Ancol, MRT Jakarta juga akan memperpanjang lintasan itu dengan pembangunan Timur Barat, yakni dari Kembangan-Medan Satria sepanjang 33,7 kilometer.
Demikian juga LRT Jakarta, selain lintas dari Pegangsaan Dua-Manggarai yang totalnya 12,2 kilometer itu, lintasan lainnya juga akan dibangun. Di antaranya LRT Jakarta Kelapa Gading-JIS, Velodrome-Kalender, JIS-Rajawali, Klender-Halim, hingga Pulo Gebang-Joglo.
Sementara untuk proyek perkeretaapian oleh pemerintah pusat, dari 381,32 kilometer yang sudah terbangun saat ini adalah LRT Jabodebek 44,3 kilometer. Kemudian KRL Commuterline yang ada di wilayah di Jakarta sepanjang 86,7 kilometer. Sementara untuk Kereta Cepat KCIC itu sepanjang 3,2 kilometer.
’’Itu dari Halim sampai dengan batas administrasi dengan Bekasi. Dan ada juga rencana untuk pembangunan Elevated Loop Line sepanjang 32 kilometer,'' jelasnya. Jadi, lanjutnya, dari Manggarai-Kota yang sekarang sudah itu akan disiapkan elevated line. Hal itu disiapkan untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik dan mencegah kemacetan lalu lintas di Jakarta.
Syafrin juga menyebutkan, seluruh rencana pembangunan lintasan kereta itu sudah masuk dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta, sekaligus sebagai bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. ''Kami terus melakukan koordinasi, konsolidasi, dan berbagai upaya agar program dan proyek ini, yang masuk proyek strategis nasional ini bisa kami tuntaskan sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan,'' katanya.
Dengan pengembangan angkutan rel yang masif saat ini, dia juga berharap transportasi publik di Jakarta akan semakin efisien dalam mengurangi kemacetan dan mendukung mobilitas masyarakat secara optimal. ''Dengan pembangunan yang masif saat ini, kami juga berharap bisa menjadikan angkutan rel sebagai backbone layanan angkutan umum masyarakat Jakarta,'' tambahnya.






