Sabtu, 25 Juli 2026
Logo

Krisis Air Bersih Hingga Ancaman Kesehatan, Dompet Dhuafa Kolaboraksi IKA Fikom Unpad Lakukan Tinjauan Potensi Program Bagi Warga Jatigede

Rabu, 15 Okt 2025 | 18:25 WIB
Dompet Dhuafa berkolaboraksi dengan IKA Fikom UNPAD (Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) dan Kecamatan Jatigede, dengan menilik sanitasi pengolahan air bersih.
Dompet Dhuafa berkolaboraksi dengan IKA Fikom UNPAD (Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) dan Kecamatan Jatigede, dengan menilik sanitasi pengolahan air bersih.

JawaPos.com – Kebutuhan air bersih sangat diperlukan oleh masyarakat di Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Peninjauan langsung dilakukan oleh Dompet Dhuafa berkolaboraksi dengan IKA Fikom UNPAD (Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) dan Kecamatan Jatigede, dengan menilik sanitasi pengolahan air bersih yang cukup prihatin. 


Pengolahan air masih terbatas dengan menggunakan mesih penyedot dan disalurkan melalui pipanisasi hingga di tampung ke dalam kolam dengan kapasitas +20.000 Liter. Namun kondisi air di penampungan masih terdapat buih, hal ini mengingat kapasitas filter air yang belum optimal dari air yang terkadang bercampur dengan limbah.

Menurut Koswara selaku Camat Jatigede saat ditemui pada Selasa (14/10/2025), “di wilayah kami cukup memprihatinkan untuk kebutuhan air bersih. Saat ini kami masih mengandalkan mesin pompa air yang bersumber dari waduk Jatigede maupun sungai sekitar. Itupun belum bisa mencukupi kebutuhan warga. Khusus lagi di wilayah Desa Cijeunjing terdapat lebih dari 2.000 jiwa memerlukan air bersih untuk kebutuhan MCK (Mandi Cuci dan Kakus), Air Minum, Wudhu hingga lahan pertanian”.

Photo
Photo

“Wilayah Jatigede ini mempunyai karakter wilayah yang memiliki bebatuan, sehingga sumber mata air sangat sulit kami temui. Butuh tenaga dan biaya lebih untuk membuat mengebor sumur yang diperkirakan kedalamannya 200-300 meter belum lagi dengan kerasnya bebatuan menjadi tantangannya”, tambah Koswara.

Di Kecamatan Jatigede terdapat 11 Desa, seperti Cijeungjing, Cintajaya, Cipicung, Ciranggem, Cisampih, Jemah, Kadu, Kadujaya, Karedok, Lebaksiuh dan Mekarasih. Dampak kurang ketersediaan air juga dialami warga di Kadujaya yang berbatasan dengan Majalengka, banyak para masyarakat berprofesi sebagai petani mangga dengan memanfaatkan lahan area bukit.

Hanya saja kendala ketersediaan air untuk menunjang perkebunan kurang memadai. Bahkan banyak warga berinisiatif untuk membuat embung berharap dapat mewadahi air hujan sehingga dapat mengairi lahan tersebut. Selain berdampak pada produksi mangga sehingga hasil panen yang terus menurun diikuti dengan faktor cuaca,

Dampak ketiadaan air bersih juga berpengaruh pada pola hidup warga di Jatigede, mulai dari perilaku buang air besar (BAB) yang masih dilakukan di kebun atau tanah lapang hingga pemenuhan gizi bagi balita juga terhambat. Banyak warga terutama ekonomi bawah dalam pemenuhan gizi terbentur dengan kebutuhan air yang harus merogoh dana lebih dalam lagi.

Menurut Syauqi selaku Dosen Fikom UNPAD mengatakan, “ini merupakan langkah awal dari kolaboraksi antara IKA Fikom UNPAD bersama Dompet Dhuafa khususnya merambah di bidang program ketersediaan air bersih di Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Semoga langkah awal ini menjadi jembatan kebaikan bagi kita bersama untuk mensejahterakan warga di wilayah Jatigede dan Sekitarnya”.

Sementara setelah peninjauannya ke titik penampungan air, Yogi Achmad Fajar selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Jawa Barat mengatakan, “Dari peninjauan ini kami akan diskusikan rencana lebih lanjut. Bagaimana mencari solusi atas kesulitan air bersih untuk wilayah di Jatigede. Dompet Dhuafa Jawa Barat juga pada hari ini turut memberikan puluhan Al Quran untuk mendukung penguatan program keagamaan di wilayah tersebut.”

“Kami berharap silahturami ini menjadi awalan dalam berkolaboraksi baik IKA Fikom UNPAD dan Kecamatan Jatigede. Dan ini menjadi bagian dari dorongan bagi kami dalam menyalurkan donasi yang sudah terhimpun baik melalui zakat, infak, sedekah hingga wakaf ke penerima manfaat yang tepat. Seperti yang dirasakan masyarakat Kecamatan Jatigede ini, merasakan kekurangan air bersih berdampak pada sendi-sendi kehidupan baik ekonomi hingga kesehatan. Semoga isu-isu ini menjadi pendorong para donatur untuk bersama-sama menggulirkan program air bersih bagi masyarakat di sini," pungkas Yogi Achmad Fajar.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Optimalkan Kopdes Merah Putih Berbasis Generasi Muda, Kemenkop Gandeng Unpad 

Optimalkan Kopdes Merah Putih Berbasis Generasi Muda, Kemenkop Gandeng Unpad 

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) guna mengoptimalisasi operasional dan manfaat dari Koperasi Desa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia