Kamis, 23 Juli 2026
Logo

Jalin Kerja Sama dengan Al Jahran, Smesco Indonesia Siap Pasok Nanas Super dari UMKM ke Pasar Dubai

Kamis, 16 Okt 2025 | 12:21 WIB
Dirut Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang (tiga dari kiri) bersama Helmi Ali Afif, Dirut Al Jahran General Trading L.L.C (dua dari kanan) di Pameran Trade Expo Indonesia.
Dirut Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang (tiga dari kiri) bersama Helmi Ali Afif, Dirut Al Jahran General Trading L.L.C (dua dari kanan) di Pameran Trade Expo Indonesia.

JawaPos.com – Smesco Indonesia siap menghidupkan para pengusaha UMKM buah-buahan. Bahkan, untuk mempercepat UMKM naik kelas, Smesco Indonesia mengajaknya memasarkan buah-buahan lokal berkualitas untuk dipasarkan ke pasar internasional. Karena itu, Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia) segera mengambil langkah strategis dengan menggandeng Al Jahran General Trading L.L.C. yang merupakan perusahaan bergerak di perdagangan produk khususnya komoditi buah-buahan untuk pasar Dubai.


Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan bahwa untuk mewujudkan pemasaran buah-buahan ke Dubai, Smesco Indonesia menjalin kerja sama dengan Al Jahran General Trading L.L.C. melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani serentak di acaraPangan Nusa Expo 2025 di ICE BSD, Rabu (15/10).

’’Khusus pasar Dubai, kita akan bekerja sama dengan para petani-petani nanas. Sebab, untuk memasok buah nanas super ke Dubai butuh 45-50 kontainer per bulan. Hitungannya satu kontainer itu isinya sekitar 18-20 ton. Artinya, ini pengiriman yang sangat besar dan regulasinya harus tepat,’’ ujar Doddy.

Doddy menambahkan, permasalahan pengusaha UMKM atau petani nanas ini adalah finansial. Artinya, pemasarannya ini harus menggunakan dana talangan. ’’Kalau kita masuk ke perusahaan besar bisa saja, tapi nantinya tidak ada efek ke petani buah-buahan. Sedangkan kita ingin memajukan usaha para petani lokal atau pengusaha UMKM buah-buahan,’’ ujarnya.

Karena itu, kata Doddy, Smesco sedang mencari formula khusus. ’’Jadi, apakah nanti soal finansial bisa fleksibel atau kami dari Smesco akan mencarikan fasilitas atau akses pembiayaannya untuk para petani buah-buahan. Tapi memang secara administrasi seluruhnya lewat Smesco,’’ ujarnya.

Doddy menjelaskan bahwa terkait pengemasan memang harus safety. Nanti dalam pengemasan kita ada rumah produksi. Kedua, ada buah yang sudah di dalam kaleng. ’’Kemungkinan kita akan finalisasi lagi. Jadi, kalau misalkan permintaannya lebih banyak di buah kaleng ya mungkin kita akan membangunkan rumah produksi bersama di lokasi yang dekat dengan para mitra UMKM,’’ ujarnya.

’’Jadi dengan program ini, peluang UMKM naik kelas akan lebih cepat. Artinya, ini momentum,’’ tambahnya.

Karena itu, Doddy berharap program ini bisa cepat terealisasi. Artinya, ini tidak selesai di tatanan MoU saja. Tapi, Smesco berharap ke depannya akan menjadi satu pintu untuk melakukan pelatihan berikutnya. Kemudian, kita bisa memenuhi kebutuhan pasar yang ada. ’’Karena kalau produk sudah masuk ke luar negeri, ya pasar luar negeri sudah menganggapnya produk dari Indonesia dan bukan lagi berpikiran dari petani atau pengusaha UMKM,’’  ujarnya.

Artinya, kata Doddy, produk yang dikirim ke luar negeri itu harus betul-betul dijaga. ’’Ya, termasuk kita jaga kualitas, pengemasan, kuantitas, dan keamanannya,’’ paparnya. 

Sementara itu, Helmi Ali Afif, Presiden Direktur Al Jahran General Trading L.L.C., mengatakan bahwa pasar Dubai – Uni Emirat Arab, berharap kerja sama ini bisa cepat terlaksana. Pihaknya memang sangat membutuhkan pasokan komoditi buah-buahan. Nah, yang paling utama adalah buah nanas. Sebab, buah nanas ini bukan musiman. Ini yang bagus.

’’Komoditas buah nanas sih sangat dibutuhkan karena setiap tiga bulan sekali berbuah dan bisa kirim ke Dubai. Itu dari satu perkebunan, jadi misalkan perkebunan kedua bisa kirim bulan berikutnya. Jadi kita berharap setiap bulan bisa kirim buah nanas ke pasar Dubai. Kebetulan di Dubai tidak ada buah nanas yang bisa tumbuh,’’ jelasnya.

Karena itu, pasar Dubai butuh impor buah nanas dari Indonesia. Nah, kebutuhan buah nanas itu yang super. ’’Buah nanas yang ukurannya besar. Kebetulan kami sudah berkomunikasi dengan Smesco Indonesia. Dan ini peluang bisnis yang perlu dijalankan bersama-sama. Sebab, ini juga momentum bagi petani-petani buah-buahan di Indonesia untuk mengembangkan usahanya dan bisa memasarkan komoditi buah-buahan terutama buah nanas ke pasar Dubai,’’ paparnya.

Sebetulnya, kebutuhan pasar Dubai, kata dia, berharap bisa terkirim buah nanas sebanyak 500 kontainer ke Dubai. Tapi, pihaknya masih menunggu kesiapan dari Smesco Indonesia. ’’Ya, untuk percobaan sih berharap bisa terkirim 50-100 kontainer per bulannya,’’ paparnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia