Kemensos Kirim Bantuan Senilai Rp 3,6 Miliar untuk Korban Banjir Jawa Tengah

JawaPos.com – Sepekan sudah banjir melumpuhkan sebagian besar wilayah Semarang, Jawa Tengah. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mendistribusikan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum untuk korban banjir di Kota Semarang. Bantuan dikirimkan secara bertahap ke beberapa titik terdampak.
Bantuan logistik yang dikirim meliputi makanan siap saji 5.000 paket, makanan anak 2.000 paket, lauk pauk siap saji 5.000 paket, kidware 1.000 paket, family kit 1.000 paket, tenda gulung 1.000 lembar, dan selimut 1000 lembar. Ada juga sandang dewasa 300 paket, kasur 500 lembar, lampu emergency 20 unit, tenda keluarga 100 unit, tenda serbaguna 10 unit, dan toilet portable 4 unit.
Hingga saat ini, total nilai bantuan logistik sebesar Rp 3.691.028.500. Bantuan yang berasal dari APBN Kemensos didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
“Hari ini kita telah mengirim berbagai kebutuhan-kebutuhan di masa kedaruratan ini, kebutuhan logistik,” papar Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, saat meninjau lokasi banjir Semarang, Rabu (29/10).
Dapur umum telah diidirikan di dua titik, yaitu di Kecamatan Pedurungan dan Kecamatan Gayamsari. Disiapkan pula tenda pengungsian apabila diperlukan. Termasuk layanan psikososial, mengingat bencana banjir tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, melainkan juga psikologis. Apalagi, berdasarkan data BPBD Kota Semarang, hingga Rabu (29/10), tiga warga dilaporkan meninggal akibat tenggelam dan satu orang dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai.
Bagi korban meninggal, Kemensos akan memberikan dukungan berupa santunan kepada ahli waris. Sedangkan untuk korban luka akan mendapatkan dukungan pengobatan hingga pemberdayaan. “Jadi kita sudah punya dukungan-dukungan dalam rangka situasi kedaruratan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam penanganan korban banjir di Kota Semarang, ada 3 hal yang dilakukan pemerintah. Pertama, evakuasi oleh Basarnas, TNI, Polri, atau kader-kader terlatih lainnya. Setelah evakuasi selesai, penanganan masa kedaruratan. Pada masa ini disiapkan shelter, gedung, atau tenda untuk pengungsi. Pemerintah juga mendistribusikan kebutuhan logistik yang diperlukan, termasuk pendirian dapur umum.
“Mungkin tidak cukup sehari-dua hari. Nanti sampai surut, sampai sudah kembali ke rumah, baru masa kedaruratannya selesai,” jelasnya.
Tahap terakhir yang tidak kalah penting adalah masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada masa ini, korban terdampak, khususnya korban luka, mendapatkan penanganan lanjutan berupa rehabilitasi medis maupun sosial serta pemberdayaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda Kota Semarang sudah terjadi sepekan. Banjir merendam sebagian wilayah Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Ketinggian air bervariasi, antara 10-80 sentimeter. Banjir dipicu oleh hujan lebat yang turun selama beberapa hari. (mia/oni)





