Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Soroti Lahan RTH-Pemakaman yang Terbatas, Komisi D DPRD DKI Minta Pemprov DKI Merata dalam Pembangunan

Selasa, 4 Nov 2025 | 09:27 WIB
Hutan kota di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, sudah menjadi tempat berwisata. DPRD DKI mendesak Pemprov DKI untuk menambah RTH secara merata di Jakarta.
Hutan kota di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, sudah menjadi tempat berwisata. DPRD DKI mendesak Pemprov DKI untuk menambah RTH secara merata di Jakarta.

JawaPos.com – Komisi D DPRD DKI mendorong Pemprov DKI untuk lebih serius dalam pemerataan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di seluruh wilayah ibu kota. Terlebih, dari ideal 30 persen, Jakarta baru ada sekitar 6 persen.


Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike menuturkan, pembangunan taman tidak boleh hanya dijalankan di kawasan tengah kota. ’’Kami minta agar taman juga dikembangkan di wilayah pinggiran, termasuk taman-taman kecil yang bisa menjangkau masyarakat setempat," ujar Yuke.

Penambahan RTH juga diakuinya tidak cukup besar dalam lima tahun mendatang. Sebab, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan, peningkatan juga diperkirakan hanya sekitar 0,09 persen.

’’Artinya, masih sangat kecil. Karena itu, kami mendorong agar strategi pemenuhan RTH lebih dekat ke masyarakat dan penyebarannya lebih merata," ujarnya. Hal itu disampaikannya karena banyak wilayah padat penduduk di pinggiran Jakarta yang belum memiliki taman sama sekali, bahkan fasilitas umum pun masih minim.

Seiring dengan terbatasnya lahan RTH, Yuke juga menyoroti persoalan keterbatasan lahan pemakaman. Yuke menyebut kondisi lahan makam di Jakarta sudah kritis dan perlu segera diantisipasi.

"Kami sudah minta data detail, terkait berapa kebutuhan makam, berapa lahan yang dimiliki Pemprov DKI, dan berapa kekurangannya," jelasnya.

Dari data itu, DPRD DKI disebutnya meihat bahwa data lahan makam yang tersedia saat ini hanya cukup untuk tiga tahun ke depan. Karena itu, Komisi D meminta agar penambahan lahan pemakaman tetap dianggarkan dalam APBD 2026.

"Masalahnya, lahan di tengah kota hampir tidak mungkin lagi karena harga tanah yang sangat tinggi. Jadi alternatifnya ya di wilayah pinggiran, meski harapannya tidak sampai keluar kota," kata Yuke.

Dia menambahkan, pembukaan lahan baru untuk pemakaman membutuhkan proses panjang, mulai dari pematangan lahan, akses jalan, hingga izin lingkungan. Karena itu, pihaknya menyerahkan detail teknis kepada dinas terkait dengan pengawasan dari Komisi D DPRD DKI.

"Kami juga minta perhatian khusus untuk wilayah Kepulauan Seribu yang lahannya sangat terbatas," ujarnya.

Untuk anggaran pengadaan makam tahun depan, Yuke tidak merincikannya. Namun, dalam pembahasan Rancangan APBD DKI 2026, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mendapatkan alokasi Rp1,6 triliun.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Hujan Ekstrem Mengintai Jakarta, DPRD Minta Jajaran Pemprov DKI Siaga Penuh

Hujan Ekstrem Mengintai Jakarta, DPRD Minta Jajaran Pemprov DKI Siaga Penuh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya meningkat hingga kategori ekstre

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia