Senin, 3 Agustus 2026
Logo

Monumen Palagan Lengkong Kota Tangsel Siap Disulap Jadi Museum Sejarah Perjuangan

Jumat, 14 Nov 2025 | 21:58 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) mendampingi Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Banten Andra Soni, mengenang sejarah ke Monumen Palagan Lengkong bersama ratusan siswa.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) mendampingi Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Banten Andra Soni, mengenang sejarah ke Monumen Palagan Lengkong bersama ratusan siswa.

JawaPos.com - Upaya pelestarian nilai sejarah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin dipertegas dengan langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menjadikan Monumen Palagan Lengkong sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie turut mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf dan Gubernur Banten Andra Soni, mengenang sejarah ke Monumen Palagan Lengkong bersama ratusan siswa sekolah rakyat, Kamis (13/11).


Benyamin menjelaskan bahwa monumen yang termasuk cagar budaya tersebut telah lama menjadi lokasi wisata edukasi yang mengenang pertempuran heroik para pejuang di Lengkong. Setiap tahun peringatan pertempuran tersebut digelar sebagai bagian dari mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. 


"Sekarang berkembang menjadi wisata sejarah termasuk untuk anak-anak sekolah, supaya mereka mengetahui bahwa Tangsel ini kota perjuangan," kata Benyamin.


Saat ini Monumen Palagan Lengkong resmi menjadi aset Pemerintah Kota Tangsel setelah tercatat dalam neraca aset daerah. Hal tersebut menjadi landasan Pemkot untuk melakukan pembangunan lanjutan agar fungsi edukatif dan kemasyarakatannya semakin kuat.
"Nanti akan kita tindak lanjuti dengan pembangunan-pembangunan yang lain," tuturnya.


Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Pemkot Tangsel akan melakukan perawatan berkala sekaligus meningkatkan fasilitas pendukung bagi kenyamanan pengunjung. Beberapa rencana yang telah disiapkan antara lain pembangunan pagar keliling untuk menjaga kebersihan dan perlindungan aset.


"Kami pemerintah kota diwarisi untuk menjaga fisik monumen dan cerita kepahlawanan yang ada di sini. Salah satu rencananya pemagaran di area kurang lebih 5.000 meter persegi," jelas Benyamin.


Peningkatan fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga semakin menegaskan peran monumen sebagai ruang edukasi sejarah. Pemerintah ingin memastikan generasi muda dapat memahami perjalanan perjuangan bangsa, sekaligus membangun rasa nasionalisme melalui pembelajaran langsung di situs bersejarah.


Benyamin juga membuka peluang untuk menghadirkan konsep museum sejarah perjuangan Tangerang di kawasan monumen. Rencana tersebut akan direalisasikan setelah penyusunan detail engineering design (DED) sebagai tahap awal pembangunan. "Bukan hanya sekadar monumen, tapi jadi museum perjuangan Tangerang secara keseluruhan," pungkasnya. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia