Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Langkah Efisiensi Glenny: Benahi Armada, Bukan Tambah Pesawat

Sabtu, 15 Nov 2025 | 07:30 WIB
Dirut Garuda Indonesia Glenny H. Kauripan, bersama Wadirut Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro (kiri).
Dirut Garuda Indonesia Glenny H. Kauripan, bersama Wadirut Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro (kiri).

JawaPos.com – Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, mengambil keputusan tegas. Alih-alih menambah tiga pesawat baru, Garuda memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada.


Glenny mengungkapkan, perseroan sebelumnya menandatangani MoU pemesanan empat pesawat. Namun, dari seluruh rencana itu, hanya satu unit yang sudah dibayarkan uang muka. Tiga pesawat lainnya resmi dipostponed.

’’MoU ada empat pesawat, baru satu yang DP. Tiga sisanya kami tunda dulu, karena prioritasnya perbaikan armada,” kata Glenny di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Kamis (13/11).

Keputusan ini menegaskan arah perbaikan Garuda yang semakin konsisten sejak masuknya skema penyelamatan pemerintah dan BPI Danantara. Meski Danantara setuju mengucurkan modal sebesar Rp23,67 triliun, tapi mantan penerbang TNI AD ini cukup hati-hati.

Glenny yang merupakan pilot lulusan LPPU Curug tersebut menilai, penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini membebani keuangan. ’’Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” ujarnya.

Glenny memperkirakan proses pemulihan penuh membutuhkan waktu dua tahun hingga Garuda kembali mencetak laba.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan bahwa seluruh rencana ekspansi saat ini sedang dihitung ulang. Adanya posisi baru Direktur Transformasi yang dijabat Neil Raymond Mills membuat evaluasi armada dan jaringan rute dilakukan lebih ketat.

’’Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” kata Thomas.

Keputusan menahan ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah nahkoda baru Glenny Kairupan, Garuda memilih stabilitas dan efisiensi lebih dulu, sebelum kembali terbang lebih tinggi.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Tips Mudik Naik Pesawat Tanpa Drama di Musim Lebaran

Tips Mudik Naik Pesawat Tanpa Drama di Musim Lebaran

Lonjakan penumpang menjelang Lebaran membuat antrean check-in, keamanan, hingga boarding menjadi lebih padat dari hari biasa. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci agar perjalanan tetap nyaman.

Mudik Lebaran Jakarta–Semarang 2026: Lebih Hemat Naik Pesawat, Kereta, atau Mobil Pribadi?

Mudik Lebaran Jakarta–Semarang 2026: Lebih Hemat Naik Pesawat, Kereta, atau Mobil Pribadi?

Ada berbagai moda transportasi yang bisa dipilih, mulai dari pesawat, kereta api, hingga mobil pribadi untuk melaksanakan mudik lebaran.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia