Senin, 20 Juli 2026
Logo

Jakarta Jadi Kota Terpadat Versi PBB, Wagub dan Ketua DPRD DKI Ikut Terkejut

Minggu, 30 Nov 2025 | 21:21 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan Outer aring Road, Cengkareng, Jakarta. Kota Jakarta dinobatkan sebagao salah satu kota terpadat di dunia.
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan Outer aring Road, Cengkareng, Jakarta. Kota Jakarta dinobatkan sebagao salah satu kota terpadat di dunia.

JawaPos.com – Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memantik perhatian para pemangku kebijakan di Jakarta. Dalam laporan World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results yang dirilis 23 November 2025, Jakarta disebutkan sebagai kota terpadat di dunia dengan populasi hampir 42 juta jiwa.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan, temuan itu membuatnya terkejut. Sebab, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Jakarta hanya sekitar 11 juta jiwa.

’’Jujur, kami juga agak confused ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari Aglomerasi. Mungkin itu dihitung dari Depok, Bekasi, kemudian Bogor. Makanya, tiba-tiba populasi Jakarta sampai 42 juta. Wow, kami juga terkejut,'' terang Rano di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (30/11).

Meski begitu, Rano menilai temuan PBB tersebut memberi sinyal bahwa Jakarta masih menjadi pusat pembangunan di wilayah Jabodetabek. ''Ini mengindikasikan Jakarta menjadi ujung tombak pembangunan kependudukan di wilayah Jabodetabek ini,'' tambahnya.

Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan itu mengakui, Jakarta tidak bisa sendiri mengatasi dampak dari banyaknya jumlah penduduk tersebut. ''Tentu ini harus kesadaran dari semua teman-teman di daerah. Nggak mungkin Jakarta bisa sendiri,'' katanya.

Terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai perbedaan antara data PBB dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI maupun BPS itu menggambarkan tingginya mobilitas masyarakat keluar masuk ibu kota.

''Saya baru-baru ini diskusi dengan gubernur tentang ERP (Electronic Road Pricing atau jalan berbayar) di mana akan diterapkan di Jalan Sudirman-Thamrin,'' terangnya.

Menurut Khoirudin, penerapan ERP itu seharusnya tidak hanya dilakukan di dalam kota. Melainkan, jalan-jalan yang berbatasan dengan daerah penyangga.

’’Kalau mau membatasi kendaraan, bukan di dalam Jakarta. Tapi di pintu masuk dari timur, barat, selatan harus bayar. Tapi, kita harus siapkan angkutan umum yang memadai supaya mereka tetap bisa masuk Jakarta tanpa menambah macet dan polusi,” katanya.

Khoirudin juga menyinggung tantangan sosial akibat besarnya populasi di kawasan Jabodetabek. ’’Jumlah penduduk yang besar memang menambah masalah sosial. Tapi, di sisi lain, itu juga sumber rezeki karena perputaran ekonomi terjadi ketika orang banyak,'' jelasnya.

Dia mencontohkan keraguan investor untuk menanamkan modal di Ibu Kota Nusantara (IKN). ’’Ketika diminta penduduk 5 juta agar ekonomi berputar, mereka (IKN) tidak sanggup. Kalau tidak mencapai jumlah itu, ekonomi tidak akan berjalan lancar,’’ katanya. 

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Menuju Kota Sinema Dunia, Jakarta Gandeng Pelajar Dan Mahasiswa Melalui JYFF 2026

Menuju Kota Sinema Dunia, Jakarta Gandeng Pelajar Dan Mahasiswa Melalui JYFF 2026

Pemprov DKI Jakarta kian serius menggarap visi menjadikan ibu kota sebagai Kota Sinema (A City of Cinema). Target itu diharapkan terwujud be

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia