Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Tidak Hanya untuk Trading, Masjid Istiqlal Kampanyekan Berwakaf Lewat Saham

Minggu, 14 Des 2025 | 15:57 WIB

 

Peluncuran kampanye berwakaf lewat instrumen saham yang dilakukan di Masjid Istiqlal Jakarta. Dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
Peluncuran kampanye berwakaf lewat instrumen saham yang dilakukan di Masjid Istiqlal Jakarta. Dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Minat investasi lewat saham di kalangan remaja semakin besar. Saham tidak hanya bisa dipakai untuk trading. Saham juga bisa jadi sumber pahala, dengan skema wakaf saham. Istiqlal Global Fund bersama Majoris Asset Management berkolaborasi untuk sosialisasi berwakaf lewat saham.


Kampanye berwakaf lewat saham itu dikemas dalam program Wakaf Saham Masjid Istiqlal. Peluncuran itu dihadiri langsung Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Peluncuran itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Majoris dan IGF-BPMI (Istiqlal Global Fund - Badan Pengelola Masjid Istiqlal) pada Oktober lalu. Melalui kampanye Yuk Wakaf Saham, masyarakat dapat berwakaf melalui instrumen pasar modal syariah.

Dalam kerjasama itu IGF-BPMI bertindak sebagai nazhir atau pengelola wakaf. Tugasnya menghimpun dan menyalurkan manfaat. Sementara Majoris berperan sebagai manajer investasi dan mengelola portofolio sesuai prinsip syariah. Manfaat wakaf akan dialokasikan pada tujuh pilar pembinaan sosial Masjid Istiqlal. Mulai dari pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sampah (waste management). Kemudian penyediaan air bersih, energi berbasis solar panel, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi melalui Istiqlal Mart.

Direktur IGF-BPMI menambahkan Ahsanul Haq mengatakan, IGF-BPMI sebagai Nazhir bertanggung jawab mengelola aset wakaf saham dengan amanah dan profesional. "Melalui acara itu proses penerimaan wakaf dari wakif juga dibuka perdana hari ini menandai dimulainya implementasi program sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku," katanya (14/12).

Nasaruddin Umar mengatakan ada sejumlah keuntungan berwakaf dengan saham. Selain pahalanya terus mengalir, juga tidak kena pajak. "Kalau misalnya menyimpan Rp 1 miliar di deposito, itu kena pajak," katanya. Tetapi jika disimpan dalam bentuk wakaf produktif, tidak kena pajak.

Direktur Utama Majoris Zulfa Hendri menyampaikan peluncuran program itu menandai dimulainya fase sosialisasi Program Wakaf Saham kepada masyarakat. "Kami telah menyiapkan rangkaian kampanye sosialisasi komprehensif untuk tahun 2026," katanya. Mereka juga akan membuka platform untuk mendengarkan masukan dari berbagai stakeholder guna menyempurnakan implementasi program.

Program kampanye berwakaf lewat saham itu diluncurkan di tengah momentum kuat potensi wakaf dan perluasan pasar modal syariah di Indonesia. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat akumulasi wakaf uang sekitar Rp 3,5 triliun. Namun potensi wakaf uang diperkirakan mencapai Rp 181 triliun per tahun. Angka ini menunjukkan ruang besar yang bisa dimobilisasi.

Di pasar modal, KSEI melaporkan 19,2 juta Single Investor Identification (SID) per Oktober 2025. Menandakan basis investor ritel yang kian meluas dan memberi fondasi bagi pengembangan instrumen wakaf berbasis saham. Secara makro, Bank Indonesia mencatat pangsa aset keuangan syariah telah mencapai 51,42 persen per Agustus 2025. Data ini empertegas peran ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam perekonomian nasional.

Inisiatif Wakaf Saham Istiqlal menjadi langkah konkret mendukung implementasi Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2025–2029 dan RPJMN 2025–2029 yang dicanangkan pemerintah. Serta menegaskan peran sektor swasta dalam mengembangkan inovasi wakaf berbasis pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan. Program sosialisasi akan berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan berbagai kegiatan edukasi dan kampanye publik, dimulai dari penerimaan wakaf perdana pada acara peluncuran hari ini. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Waspada Pencurian Saat I’tikaf di Masjid Istiqlal

Waspada Pencurian Saat I’tikaf di Masjid Istiqlal

Di Masjid Istiqlal, tradisi i’tikaf menjadi salah satu yang paling diminati oleh masyarakat. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Istiqlal selalu dipadati jamaah dari berbagai daerah, terutama saat Ramadhan.

Selain Masjid Istiqlal, 6 Masjid di Jakarta Ini Sering Jadi Tujuan Wisata Religi karena Keunikannya

Selain Masjid Istiqlal, 6 Masjid di Jakarta Ini Sering Jadi Tujuan Wisata Religi karena Keunikannya

Selain Masjid Istiqlal, Jakarta memiliki beberapa masjid lain yang juga memiliki keunikan. Masjid-masjid itu masih sering dikunjungi.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia