Minggu, 26 Juli 2026
Logo

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama Sambut Baik Konsultasi Syuriah dengan Mustasyar PBNU di Lirboyo

Jumat, 26 Des 2025 | 16:36 WIB
Inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi (kiri) bersama Ma
Inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi (kiri) bersama Ma

JawaPos.com - Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengapresiasi Konsultasi Syuriah dengan Mustasyar PBNU di Lirboyo pada Kamis (25/12/2025). Konsultasi tersebut dinilainya merupakan suatu hal positif yang harus diapresiasi karena menandakan bahwa NU adalah organisasi ulama yang tetap menjadikan ulama sebagai rujukan dan payung dalam menyelesaikan berbagai persoalan penting termasuk konflik organisasi.


Di masa mendatang peran ulama harus terus dipertahankan dan diperkuat untuk mengantisipasi berbagai krisis nasional dan global yang akan muncul di depan mata. Hal tersebut dikatakan Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) Hery Haryanto Azumi Jumat (26/12/2025).

"GKB-NU menyambut baik kesepakatan untuk menyelenggarakan Muktamar NU secepat-cepatnya untuk menghindari risiko dualisme kepengurusan, akibatnya kegagalan permufakatan internal organisasi. Hanya saja kepanitiaan yang dibentuk sebaiknya disusun secara netral oleh Mustasyar (Ahlul Halli Wal Aqdi)," kata Hery Haryanto Azumi, kepada wartawan di Jakarta.

Ia mengingatkan, menyerahkan kepanitiaan kepada para pihak yang berkonflik berpotensi akan membawa konflik ke dalam kepanitiaan dan berisiko menghasilkan produk muktamar yang tidak solid dan mengulang perpecahan sebelumnya. Karena itu, Mustasyar (Ahlul Halli Wal Aqdi) seharusnya yang menjadi penentu dalam penyusunan kepanitiaan Muktamar tersebut.

"GKB-NU mengajak seluruh kader NU untuk mengiringi transisi dan transformasi besar NU saat menapaki periode 100 Tahun Kedua ini. Harus ada penyesuaian dan penataan terhadap organisasi NU dari sisi gerakan, politik, ekonomi, sosial budaya agar NU berperan lebih optimum dalam khidmahnya," jelas Hery Haryanto.

GKB-NU menyerukan transisi generasi secara gradual dan damai agar akar ortodoksi yang kuat dapat tetap menjadi panduan bagi perubahan besar yang terjadi di Pertengahan Abad Ke-21 ini. Ilmu-ilmu keagamaan klasik adalah jangkar bagi akuisisi ilmu-ilmu baru yang muncul sehingga terjadi harmoni berkelanjutan.

GKB-NU yakin pemerintah memiliki harapan positif terhadap NU yang memiliki 110 juta pengikut. Pemerintah tidak akan sukses tanpa keterlibatan dan dukungan Nahdlatul Ulama, baik elit maupun grassrootsnya. "Kemitraan Pemerintah Prabowo dan NU adalah suatu keniscayaan. Doktrin NU untuk selalu taat kepada Ulil Amri yang adil adalah modal besar bangsa ini untuk menjadi negara maju yang stabil dan berkeadilan," pungkas Hery Haryanto.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Board of Peace Alat Memperjuangkan Perdamaian Berdasar Multilateralisme, Ini yang Dikatakan GKB-NU   

Board of Peace Alat Memperjuangkan Perdamaian Berdasar Multilateralisme, Ini yang Dikatakan GKB-NU  

Masuknya Indonesia menjadi Anggota Pendiri Board of Peace yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk rehabilitasi Gaza, khususnya dan Palestin

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia