Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian ESDM Percepat Elektrifikasi di Daerah 3T

A
Penulis: Almushowir❯

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan percepatan elektrifikasi di lebih dari 10.000 lokasi 3T dalam lima tahun ke depan guna memastikan pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan percepatan elektrifikasi di lebih dari 10.000 lokasi 3T dalam lima tahun ke depan guna memastikan pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat.

JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan percepatan elektrifikasi di lebih dari 10.000 lokasi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Target yang dipatok dalam 5 tahun itu bertujuan memastikan pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat.

Rasio elektrifikasi saat ini memang sudah mencapai 98,54 persen. Namun, masih menyisakan pekerjaan besar melistriki 10.068 lokasi prioritas. Lokasi tersebut meliputi sekitar 5.758 desa belum berlistrik dan 4.310 dusun (berada di desa yang sebagian daerahnya sudah berlistrik), terutama di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.


Advertisement

Berdasarkan data Kementerian ESDM, upaya percepatan elektrifikasi 3T membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp 64 triliun, yang terdiri atas program Lisdes sekitar Rp 61,6 triliun dan Rp 2,4 triliun untuk program pemasangan listrik gratis bagi rumah tangga tidak mampu.

Program pemasangan listrik gratis tersebut telah menjangkau 367.212 rumah tangga dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan perluasan bantuan hingga 215 ribu rumah tangga, dengan pelaksanaan teknis oleh PLN.

Untuk memberikan akses listrik di wilayah 3T, pemerintah memiliki program Listrik perdesaan (Lisdes). Program ini, antara lain, berupa pembangunan jaringan distribusi listrik. Selain itu, masyarakat yang bermukim secara komunal akan mendapat listrik melalui pembangunan pembangkit khusus.

Advertisement

Proyek ini memanfaatkan potensi EBT setempat serta pembangunan PLTS individu plus baterai bagi masyarakat yang tinggal secara tersebar (scattered). Hal ini membuktikan bahwa pemerintah bersama PLN dan para pelaku industri ketenagalistrikan juga hadir dan berkomitmen dalam mempercepat elektrifikasi di wilayah 3T. (als/wir)

Advertisement
Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer