Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Tantangan Pendidikan Sekarang Tidak Sebatas Mengajarkan Apa, Tetapi Mengapa dan Bagaimana

Senin, 9 Feb 2026 | 15:39 WIB

Kegiatan jalan santai (Fun Walk) memperingati 4 windu Nurul Fikri Islamic School (NFIS) yang diselenggarakan di ajang CFD Margonda Depok (8/2). (Dok. NFIS)
Kegiatan jalan santai (Fun Walk) memperingati 4 windu Nurul Fikri Islamic School (NFIS) yang diselenggarakan di ajang CFD Margonda Depok (8/2). (Dok. NFIS)
 


JawaPos.com - Tantangan dunia pendidikan terus berkembang. Saat ini guru tidak hanya dituntut mengajar tentang apa atau definisi saja. Lebih dari itu, guru juga harus bisa mengajarkan tentang mengapa dan bagaimana.

Tantangan dunia pendidikan itu disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri Muhammad Ichsan. Dia menjelaskan lembaga pendidikan, termasuk Nurul Fikri yang kini genap berumur 32 tahun, dihadapkan pada tantangan pendidikan di era disrupsi teknologi.

“Di usia ini, tantangan pendidikan bukan lagi sekadar mengajarkan apa. Tetapi mengapa dan bagaimana," katanya di sela pelaksanaan Fun Walk 4 Windu Nurul Fikri Islamic School (NFIS) di ajang Car Free Day (CFD) di Margonda, Depok, Minggu (8/2).

Photo
Photo

Ichsan mengatakan saat ini mereka sedang mendidik generasi yang mandiri secara digital. Tetapi di sisi lain, generasi yang rentan secara sosial-emosional. "Karena itu, pendidikan ke depan harus lebih personal tanpa meninggalkan nilai akhlak yang menjadi fondasi,” jelasnya.

Untuk menjalankan pendidikan atau pembelajaran tersebut, dibutuhkan lembaga pendidikan dan tenaga pengajar yang mumpuni dan berkualitas.

Lebih lanjut Ichsan menyampaikan makna tersendiri dari kegiatan jalan sehat bersama itu. Menurutnya, pemilihan Fun Walk atau jalan sehat sebagai bagian dari perayaan milad Nurul Fikri memiliki makna strategis dalam memperkuat kebersamaan.

“Dalam kegiatan berjalan kaki, tidak ada sekat jabatan. Semua bergerak dengan kecepatan yang sama, di jalur yang sama, menuju tujuan yang sama," katanya.

Kegiatan fun walk juga mencerminkan egalitarianisme. Sekaligus menegaskan pentingnya kesehatan fisik sebagai penopang ketahanan mental dan intelektual.

Lebih lanjut Ichsan menjelaskan bahwa peringatan 4 windu bukan sekadar perayaan usia. Melainkan momentum refleksi perjalanan institusi. Baginya empat windu Nurul Fikri bukan sekadar penanda angka, tetapi fase kematangan institusional.

"Ini menjadi momentum evaluasi sejauh mana nilai-nilai awal pendirian tetap relevan sekaligus menyiapkan fondasi bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang Ketua Panitia Milad 4 Windu NFIS Teddy Azra menyampaikan antusiasme peserta terhadap kegiatan fun walk cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka. Bahkan hingga mendekati hari pelaksanaan, panitia masih menerima banyak pertanyaan dari masyarakat yang ingin ikut bergabung.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia