Pemotongan Dana TKD berdampak kepada Subsidi Transjakarta yang Hanya Dialokasikan Sembilan Bulan, Direksi Janji Jaga Layanan

JawaPos.com – Pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 15 triliun berdampak terhadap dana subsidi transportasi. Utamanya, dana subsidi kepada PT Transportasi Jakarta (TJ). Dari yang sebelumnya, tahun 2025, subsidinya mencapai Rp 4,51 triliun, menjadi Rp Rp 3,75 triliun dalam APBD 2026.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengakui, penyusutan dana subsidi PT TJ tersebut. "Sebagaimana kita ketahui bahwa kemarin kita (DKI) mengalami efisiensi terhadap pemotongan DBH sebesar Rp 15 triliun sehingga untuk anggaran TJ, maupun MRT Jakarta dan LRT itu belum bisa full diakomodir dalam APBD," terang Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo.
Namun begitu, Syafrin menyebutkan, dana subsidi tersebut tetap menjadi komitmen Gubernur DKI Pramono Anung. Sebab, yang diakomodir dalam APBD DKI murni itu hanya untuk subsidi sekitar sembilan bulan.
’’Karena itu, untuk triwulan keempat itu, nanti kita harapkan bisa ditutupi dari pembahasan APBDP Perubahan," katanya.
Lebih lanjut, Syafrin menyebutkan, meski alokasi yang disiapkan tidak penuh, pelayanan terhadap masyarakat dijanjikannya tidak akan terdampak.
"Bisa, bisa. Subsidi terus kami lakukan efisiennya tentunya. Tetapi tidak mengurangi layanan yang diberikan dan atau yang telah diterima masyarakat saat ini," imbuhnya.
Selain itu dia juga menyebutkan, Pemprov DKI belum ada rencana menaikkan tarif TJ dalam waktu dekat. "Sampai saat ini belum ada rencana kenaikan tarif terhadap Jakarta," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza mengakui, alokasi anggaran Rp 3,7 triliun itu hanya subsidi sembilan bulan. "Nanti, untuk kekurangannya akan kami ajukan di APBD Perubahan," imbuhnya.
Meski dana subsidi tidak dialokasikan penuh, Welfizon menyebutkan bahwa itu sesuai dengan kebutuhan mereka melayani masyarakat. Dengan begitu, dia menyebutkan tidak akan ada pengurangan jumlah bus dalam melayani masyarakat pengguna TJ.
"Sebenarnya, alokasi yang diberikan ke kami itu sesuai dengan kebutuhan yang kami minta, kami hitung. Kami akan jaga standar layanan tetap akan menjadi perhatian kita," katanya.







