Jakpro Bekali Ibu Rumah Tangga Keterampilan Keramik lewat Program Pemberdayaan Perempuan Bertajuk Karya Ibu Berdaya

JawaPos.com – Program pemberdayaan perempuan bertajuk “Karya Ibu Berdaya” yang digagas PT Jakarta Propertindo (Jakpro) resmi ditutup pada Selasa (27/1). Program yang berlangsung selama dua bulan itu berhasil membekali ibu rumah tangga dan kelompok rentan dengan keterampilan baru di bidang seni keramik sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi.
Program itu diluncurkan pada 17 November 2025 dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta. Untuk kegiatan pelatihan itu dipusatkan di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu aset venue Jakpro.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin menuturkan, kegiatan pemberdayaan itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Yakni, salah satu langkah strategis Jakpro dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan itu juga bertujuan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar TIM, sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dia juga menyebutkan, program itu tidak dirancang sebagai intervensi jangka pendek. ’’Pasca pelatihan, Jakpro dan mitra akan melakukan monitoring, pendampingan lanjutan, serta mendukung peserta mengikuti bazar, showcase, hingga pembentukan kelompok usaha bersama agar dampaknya terukur,” katanya.
Ke depan, Jakpro juga akan terus memfokuskan penguatan kewirausahaan peserta. Mulai dari digital marketing, penyusunan business model canvas (BMC), penguatan branding, praktik bazar, pemasaran online dan offline, hingga dasar pengelolaan keuangan.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menjadi mitra program turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Koordinator Bidang Tenaga Kerja Perempuan Rentan Direktorat Bina Penempatan Tenaga Khusus Kemenaker, Erwina Wahyu Hindarti menuturkan, program itu dinilai menghadirkan ruang aman dan produktif bagi perempuan, termasuk kelompok rentan, untuk membangun ulang kepercayaan diri dan kapasitas.
’’Program seperti ini perlu dilanjutkan karena membuka peluang ekonomi dan mendorong semakin banyak perempuan menjadi ibu yang berdaya,” ujarnya.
Sementara itu, Salah satu peserta kegiatan, Wardah mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, Karya Ibu Berdaya menjadi ruang aktualisasi dan refleksi diri, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
’’Saya bahkan ikut melatih ibu-ibu lainnya yang datang belajar ke studio Lost in Clay,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Cikini berperan aktif menyiapkan dan merekomendasikan ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta. Upaya tersebut dilakukan agar program pemberdayaan tepat sasaran dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran intensif, mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik pembentukan keramik, trimming, hingga dekorasi slip dan underglaze. Dengan pendampingan dari studio Lost in Clay, setiap peserta mampu menghasilkan tiga karya akhir terbaik yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.




