Senin, 20 Juli 2026
Logo

Timbunan Sampah Jadi Masalah di Tangsel, BRIN Siapkan Teknologi Insinerator untuk Pembakaran

Selasa, 3 Feb 2026 | 12:03 WIB

 

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Prof Cuk Supriyadi Ali Nandar (tengah) di konferensi internasional ICSEEA 2026 di Serpong, Tangerang Selatan (3/2).
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Prof Cuk Supriyadi Ali Nandar (tengah) di konferensi internasional ICSEEA 2026 di Serpong, Tangerang Selatan (3/2).

JawaPos.com - Pengelolaan sampah masih jadi masalah besar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Timbunan Sampah masih kerap ditemukan di sejumlah sudut kota. Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel.


Informasi tersebut disampaikan Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Prof Cuk Supriyadi Ali Nandar di konferensi internasional ICSEEA 2026 di Serpong (3/2). Dia menjelaskan mereka menawarkan kerjasama inovasi pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir.

"Masalah utama pengelolaan sampah kita masih di hulu. Belum dilakukan pemisahan yang baik," jelasnya. Dia mengatakan kerjasama inovasi yang mereka lakukan dimulai dengan pemilahan sampah di tingkat RT. Cuk menegaskan jika sampah bisa dipilah dengan baik, seluruhnya bisa menghasilkan uang.

Misalnya plastik dan besi bisa laku dijual di pengepul besi tua. Kemudian sampah organik bisa diolah jadi biogas untuk menghasilkan energi ramah lingkungan. Tetapi pada praktiknya sampah dari rumah tangga masih bercampur, sehingga tidak bisa langsung diproses.

Selanjutnya BRIN juga menawarkan inovasi pengelolaan sampah di pasar. "Sebagai uji coba, kami tawarkan diterapkan di Pasar Jengkol," tuturnya. Untuk di tingkat pasar rakyat, BRIN menyiapkan fasilitas pengolahan sampah 3R (reduce, reuse, recycle).

Cuk menegaskan dengan pengelolaan sampah yang berjenjang itu, maka sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir tinggal residu saja. Dia mengatakan inovasi terakhir yang disiapkan BRIN untuk mengatasi sampah ada di tingkat kecamatan dengan fasilitas Insinerator atau alat bakar.

"Untuk piloting, peralatan Insinerator kami usulkan di Kecamatan Setu. Karena kawasan Puspiptek BRIN ada di Kecamatan Setu," katanya. Ketika sampah sudah dikelola dari tingkat RT dan pasar-pasar rakyat, sampah yang masuk di tingkat kecamatan sudah semakin kecil. Sehingga mampu diolah di Insinerator untuk dibakar.

Dia berharap inovasi skema pengelolaan sampah secara berjenjang itu mampu mengurangi masalah sampah di Kota Tangerang Selatan. Meskipun uji coba atau piloting dilakukan di satu kecamatan, tidak menutup kemungkinan dikembangkan atau direplikasi di kecamatan lainnya. "Di Kota Tangsel ini kan ada tujuh kecamatan," jelasnya.

Lebih lanjut Prof Cuk mengatakan konferensi internasional ICSEEA 2026 sudah berlangsung sejak 13 tahun terakhir. Konferensi ini menggalang kolaborasi internasional untuk menerapkan energi berkelanjutan. Ada sejumlah kerjasama yang diambil dalam kegiatan ini.

Diantaranya adalah kerjasama Indonesia dengan United Kingdom. Prof Cuk mengatakan kerjasama yang dilakukan diantaranya adalah penguatan SDM. Kerjasama ini dilakukan dengan mengirim peneliti atau mahasiswa Indonesia untuk studi berbasis riset di kampus-kampus di United Kingdom. "Tentunya tema risetnya sesuai dengan kondisi atau kebutuhan di Indonesia," jelasnya. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

Bantuan biaya pendidikan merupakan upaya Pemkot Tangsel untuk membantu dan menstimulus generasi muda di Kota Tangsel agar tetap semangat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.

Ahli BRIN Minta PDAM dan Masyarakat Tidak Pakai Air Cisadane yang Tercemar Pestisida

Ahli BRIN Minta PDAM dan Masyarakat Tidak Pakai Air Cisadane yang Tercemar Pestisida

Pencemaran sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia