Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Senin, 9 Feb 2026 | 22:42 WIB

Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan yang berlubang di Jalan Blora, Jakarta Pusat.
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan yang berlubang di Jalan Blora, Jakarta Pusat.
 
 

JawaPos.com - Curah hujan tinggi yang masih melanda Jakarta berdampak serius pada kondisi jalan. Sejumlah ruas mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi itu menelan korban jiwa. Seorang pelajar SMK 34 Jakarta, Aldi Suryaputra, meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal pada Senin pagi (9/2).


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya mewakili Pemprov DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Ananda Aldi Suryaputra,” ujar Pramono.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlubang. Saat itu, korban melaju dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kendali. “Ini adalah kecelakaan tunggal,” tegas Pramono.

Korban sempat dilarikan ke RS Polri dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan pihak sekolah. Namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah saat ini berada di rumah duka dan akan segera dimakamkan.

Pramono menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta menanggung seluruh biaya rumah sakit serta menyiapkan pemakaman di TPU Menteng Pulo. “Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Pramono.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pramono telah menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI agar segera menutup seluruh jalan berlubang, meski bersifat sementara. Langkah darurat itu dilakukan mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga pertengahan Februari.

Selain itu, Pemprov DKI juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) untuk terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang rusak.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa perbaikan jalan saat ini memang masih bersifat sementara. Menurutnya, karakter aspal di Indonesia tidak mampu merekat kuat jika terus terkena air hujan.

“Pengaspalan sekarang ini sifatnya sementara. Aspal kalau kena air memang tidak bisa merekat kuat,” ujarnya. Perbaikan permanen baru bisa dilakukan setelah musim hujan berakhir.

Rano menyebut, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih berpotensi terjadi hingga Maret mendatang. Karena itu, perbaikan menyeluruh akan dilakukan setelah Jakarta sudah masuk musim kemarau.

“Kita tahu jalan-jalan di Jakarta ini cukup banyak yang rusak akibat hujan. Ya, itu memang itu yang terjadi. Tapi, untuk perbaikan semua, kita harus menunggu setelah musim kemarau,” imbuhnya. Itu, lanjutnya, perbaikan yang paling ideal agar jalanan di Jakarta tidak cepat rusak.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia