Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Mengenang Bus Kota Jadul di Jakarta: Dari Kopaja, Metromini, hingga PO Legendaris

Selasa, 10 Mar 2026 | 19:10 WIB
Koantas Bima (Instagram)
Koantas Bima (Instagram)

JawaPos.com – Transportasi bus kota selalu menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jakarta. Sebelum hadirnya banyak pilihan moda transportasi modern, bus kota menjadi pilihan utama untuk membantu mobilitas warga. Terlepas dari kekurangan yang dimiliki bus kota dulu, banyak masyarakat yang pada akhirnya memiliki kenangan tersendiri saat menggunakan moda transportasi tersebut.

Dari beberapa moda transportasi yang sudah tersedia, seperti KRL atau bahkan ojek pangkalan, eksistensi bus kota hampir tidak pernah redup di mata masyarakat Jakarta. Keberadaan bus kota tidak hanya membantu mobilitas masyarakat di tengah Kota Jakarta, tapi juga sebagai penghubung dengan wilayah penyangga seperti Depok dan Ciputat.

Sebelum mengenal Transjakarta, masyarakat Jakarta lebih dulu akrab dengan angkutan bus Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dan Metromini. Kedua bus ini seakan menjadi moda penggerak aktivitas masyarakat sehingga keberadaannya sangat mudah ditemui. Dengan banyaknya pilihan rute yang menghubungkan daerah-daerah di dalam kota maupun daerah penyangga serta berbagai ciri khusus yang menyertai, moda transportasi Kopaja dan Metromini meninggalkan jejak yang mendalam bagi mayoritas warga Jakarta.

Diantara banyak rute terkenal, Kopaja P20 rute Lebak Bulus - Senen menjadi salah satu yang sering diperbincangkan. Kopaja ini melalui kawasan rawan macet Mampang Prapatan, tak jarang penumpang harus terjebak dalam semrawut kemacetan dalam waktu yang lama saat menggunakan moda transportasi ini. Tak sampai disitu, rute yang tidak pasti, memaksa penumpang transit di tengah perjalanan, cukup untuk menjadikan angkutan ini kenangan tak terlupakan bagi penggunanya.

Selain Kopaja dan Metromini, penduduk Jakarta juga cukup awam dengan beberapa pelayanan dengan beberapa PO bus legendaris yang melayani rute dalam kota. Salah satunya adalah bus berwarna ungu dari PO Deborah, atau yang akrab disebut Debby. Bus ini terkenal dengan rute Depok - Lebak Bulus, menjadi angkutan andalan karyawan kantoran hingga mahasiswa, membuat bus ini sangat terkenal dengan kepadatan penumpang di setiap perjalanan.

Tidak hanya bus PO Deborah, bus kota dari PO Mayasari Bakti juga masih melekat di ingatan warga Jakarta, khususnya bus nomor 300 dengan rute Rawamangun - Blok M. Pasalnya, bus ini cukup sering menjadi objek penjarahan oleh beberapa siswa STM pada masa itu. Oleh karena itu, meskipun menjadi rute yang penting, penumpang harus senantiasa waspada saat masih berada dalam perjalanan dengan bus ini.

Sedikit berbeda dengan Kopaja dan Metromini, bus Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima) juga pernah menjadi bagian penting dari keseharian warga Jakarta. Trayek yang cukup dikenal dari bus kota ini, yaitu trayek 102 dengan rute Tanah Abng - Ciputat. Rute ini menghubungkan kawasan pusat perdagangan dengan wilayah pemukiman di bagian selatan Jakarta.

Selain nomor 102, trayek lain yang terkenal dari bus Koantas Bima adalah trayek 510, rute Ciputat - Kampung Rambutan. Trayek ini cukup menjadi favorit warga karena rutenya yang melewati jalur tol sehingga perjalanan terasa lebih cepat. Namun kedua trayek ini memiliki kekurangan utama yang juga banyak dibahas, yaitu keamanan yang minim serta unit bus yang umumnya memiliki kerusakan di bagian badan bus.

Seiring berjalannya waktu, sistem transportasi di Jakarta terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Pemerintah terus berusaha menghadirkan berbagai moda transportasi baru untuk lebih menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang. Beberapa bus kota seperti Kopaja dan Koantas Bima bahkan ikut bergabung dalam perubahan yang dicanangkan oleh pemerintah demi bisa beroperasi hingga saat ini.

Dominasi transportasi modern seperti KRL generasi baru, jaringan MRT, LRT, hingga bus Transjakarta memang dapat menggantikan eksistensi bus kota yang lama.Meskipun begitu, kenangan tentang bus kota yang pernah ada di Jakarta masih sering dibicarakan oleh masyarakat. Mereka tidak hanya mengingat bentuk dan nama, tapi kenangan berupa suasana hingga pengalaman perjalanan ikut menjadi bagian dari cerita sejarah di ibu kota.

 

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

2 Bus Transjakarta Tabrakan Adu Banteng di Jalur Layang Koridor 13, Sebanyak 23 Penumpang Luka

2 Bus Transjakarta Tabrakan Adu Banteng di Jalur Layang Koridor 13, Sebanyak 23 Penumpang Luka

Dua armada PT Transportasi Jakarta terlibat kecelakaan di Koridor 13, Jakarta Selatan, akibat dugaan kelelahan pramudi.

Bus TransJakarta Lindas Pejalan Kaki hingga Tewas di Jaksel, Begini Kronologinya

Bus TransJakarta Lindas Pejalan Kaki hingga Tewas di Jaksel, Begini Kronologinya

Kecelakaan Transjakarta yang melindas seorang pejalan kaki hingga tewas di Jakarta Selatan pada Kamis (12/2), diselidiki oleh aparat.

Surabaya Business Forum Siap Jadi Wadah dan Kolaborasi Ekonomi Lokal

Surabaya Business Forum Siap Jadi Wadah dan Kolaborasi Ekonomi Lokal

Hidup sehat dan ekonomi bagus tentu saja menjadi harapan bagi semua orang. Oleh sebab itu, dalam rangka Road to Surabaya Business Forum dan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia