Tips Mudik untuk Anak Rantau yang Pulang Sendirian agar Perjalanan Aman sampai Kampung Halaman

JawaPos.com – Mudik menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tidak jarang ditemukan pemudik yang melakukan perjalanan seorang diri. Hal ini terjadi karena beberapa kemungkinan, seperti tidak memiliki rekan dengan tujuan yang sama atau perbedaan jadwal dengan kerabat satu kampung halaman.
Bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan sendirian, tentu saja memerlukan perhatian ekstra dalam persiapannya. Selain memastikan membawa kebutuhan selama perjalanan, pemudik juga perlu memperhatikan keamanan selama perjalanan hingga tiba di tujuan. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan untuk perjalanan mudik seorang diri.
Gunakan Transportasi Resmi dan Terpercaya
Saat mudik sendirian, opsi transportasi umum dapat menjadi pertimbangan utama dibanding menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini karena moda transportasi seperti kereta api, pesawat, maupun bus AKAP dari perusahaan resmi umumnya memiliki sistem keamanan yang lebih jelas dan pengawasan lebih ketat terhadap keamanan penumpangnya. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa pemudik juga perlu mengantisipasi resiko tindak kejahatan seperti penipuan dan pencurian dengan membeli tiket dari situs resmi serta mengamankan barang bawaan mudik dengan baik.
Beri Tahu Keluarga tentang Rencana Perjalanan
Sebelum pergi mudik, pemudik yang akan melakukan perjalanan sendirian perlu memberi tahu keluarga atau kerabat dekat mengenai rencana perjalanan. Informasi seperti moda transportasi yang digunakan, jadwal keberangkatan, hingga perkiraan waktu tiba bisa membantu orang terdekat untuk memantau perjalanan. Ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Manfaatkan Fitur Berbagi Lokasi secara Real Time
Selain memberi kabar terkait rencana perjalanan, pemudik juga bisa memanfaatkan fitur live location yang terdapat pada aplikasi di smartphone. Dengan fitur ini, orang terdekat bisa memantau langsung pergerakkan pemudik selama perjalanan. Fitur ini bisa dibagikan melalui aplikasi chat yang sudah terinstal.
Jangan Mudah Menerima Bantuan dari Orang Asing, khususnya berupa Makan dan Minum
Selama perjalanan jauh menggunakan transportasi umum, sebisa mungkin hindari menerima makanan, minuman, maupun bantuan tanpa sebab dari orang asing. Bukan berarti interaksi dengan orang lain harus dihindari, akan tetapi tidak semua orang yang ditemui selama perjalanan mempunyai niat yang baik. Pemudik juga sebaiknya tidak terlalu terbuka pada informasi pribadi selama interaksi di perjalanan.







