Tips untuk Menjaga Kebugaran selama I'tikaf agar Ibadah tetap Optimal

JawaPos.com – I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir. Sehingga, umat muslim harus menjaga kebugaran menjelang merayakan hari kemenangan yaitu Idul Fitri.
Mengutip dari berbagai sumber, i’tikaf dalam Islam berarti ibadah kepada Allah SWT yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid. Jika mengikut sunnah yang dianjurkan, i’tikaf dilakukan selama 10 hari penuh di akhir bulan Ramadhan.
Aktivitas i’tikaf, yang berlangsung dalam waktu cukup lama, tidak hanya menuntut niat yang tulus, tapi juga kesiapan fisik. Selama menjalani ibadah i’tikaf akan terjadi perubahan pola makan, istirahat, hingga aktivitas harian yang bisa berdampak pada kondisi tubuh. Maka dari itu, kebugaran tubuh juga harus dijaga agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk dan optimal.
Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan i’tikaf.
Menjaga Pola Makan Bergizi Seimbang
Dilansir dari unggahan situs Institut Teknologi Bandung (ITB), asupan yang kurang seimbang saat berbuka dan sahur bisa menyebabkan rasa lelah dan mengantuk saat beribadah. Guna menghindari kelelahan saat sedang melaksanakan i’tikaf, asupan makanan saat berbuka puasa dan sahur perlu lebih diperhatikan. Sangat disarankan untuk menerapkan konsep “4 sehat 5 sempurna” agar kebutuhan energi harian tetap bisa terpenuhi.
Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Baca Juga: Mudik Bareng Anabul? Ini Tips Aman Membawa Hewan Peliharaan Saat Perjalanan Mudik Lebaran
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu cukup lama. Akibatnya, tubuh dapat dengan mudah mengalami dehidrasi. Maka dari itu, meskipun sedang dalam bulan puasa, seseorang masih tetap harus mengkonsumsi sekurangnya 2 liter air, atau 8 gelas air mineral setiap harinya.
Pemenuhan cairan ini dapat dilakukan secara bertahap ketika waktu berbuka puasa hingga sahur. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga berpengaruh pada kelancaran ibadah i’tikaf. Apabila kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, i’tikaf dapat dilakukan dengan lebih fokus dan kondisi tubuh yang fit.
Tidak Melewatkan Sahur






