Senin, 20 Juli 2026
Logo

Museum Wayang Hadir dengan Wajah Baru, Memperkenalkan Kesenian Daerah Melalui Teknologi Modern dan Interaktif

Kamis, 9 Apr 2026 | 11:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat mengunjungi Museum Wayang usai rampung direnovasi pada Maret 2025 (Berita Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat mengunjungi Museum Wayang usai rampung direnovasi pada Maret 2025 (Berita Jakarta)

JawaPos.com – Museum Wayang yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta kini tampil dengan wajah baru setelah proses revitalisasi. Tampilan terbaru menghadirkan konsep museum yang lebih modern dan futuristik. Perubahan ini berhasil menarik perhatian pengunjung dari kalangan yang lebih luas. 

Setelah rampung direnovasi pada 2025 lalu, Museum Wayang kini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding sebelumnya. Berbagai teknologi digital terinstal mendominasi beberapa zona pameran. Ini menjadi salah satu faktor terciptanya lebih banyak aktivitas interaktif yang bisa dilakukan pengunjung di dalam area museum.

Salah satu daya tarik baru dari museum ini adalah kehadiran ruang imersif dengan cahaya visual dan efek interaktif. Proyeksi digital memenuhi dinding dan lantai di ruangan ini, menampilkan berbagai tayangan yang ikut mengubah suasana di area tersebut. Di sini, pengunjung dapat merasakan pengalaman visual yang lebih hidup.

Selain itu, Museum Wayang juga kini menawarkan pengalaman yang lebih interaktif selama berkunjung. Beberapa teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) telah terinstal dan bisa dinikmati oleh pengunjung. Ini membuat kunjungan museum menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar “melihat-lihat koleksi”.

Dengan menerapkan kedua teknologi tersebut, Museum Wayang menghadirkan berbagai permainan interaktif berbasis digital. Melalui teknologi AR dan VR, pengunjung bisa merasakan interaksi langsung dengan konten digital. Sistem ini juga menjadi cara baru untuk memperkenalkan materi penting terkait koleksi museum serta tentang yang lainnya.

Tidak hanya pada zona-zona khusus, hampir seluruh interior museum juga ikut diperbarui dengan konsep lebih minimalis dan modern. Ruang pameran koleksi kini dilengkapi dengan pencahayaan yang lebih estetik dan akses ramah disabilitas. Beberapa lorong juga dilengkapi dengan efek cahaya dan animasi, membuat setiap langkah di dalam museum terasa lebih menyenangkan.

Meskipun mengusung konsep lebih modern berbasis teknologi, Museum Wayang tetap mempertahankan identitasnya. Saat ini, Museum Wayang telah memiliki lebih dari 6.800 koleksi yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Koleksi ini termasuk berbagai jenis wayang, seperti wayang kulit dan wayang golek, serta kesenian benda lain, seperti gamelan dan patung.

Museum ini juga secara rutin menggelar pertunjukkan wayang yang dibawakan langsung oleh dalang profesional. Sempat terhenti selama Pandemi COVID-19, pada tahun 2022 pertunjukkan wayang tersebut kembali digelar setiap minggu. Agenda ini kemudian ikut menjadi daya tarik yang mumpuni bagi wisatawan.

Sebelum mencapai wujud yang seperti saat ini, Museum Wayang telah melewati perjalanan panjang sejak tahun 1640. Awalnya, bangunan museum ini merupakan gereja di masa Kolonial. Baru pada tahun 1975, tempat ini resmi dijadikan Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta yang menjabat kala itu, Ali Sadikin.

Memadukan pelestarian budaya dan konsep modern berbasis teknologi, menjadikan Museum Wayang sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik. Lokasinya berada di kawasan Kota Tua, dekat dengan beberapa objek kunjungan ternama, membuat museum ini mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran wajah baru Museum Wayang diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan kebudayaan Indonesia.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Museum Passport: Aktivitas Seru Buat Kamu yang Suka Keliling Museum dan Cari Pengalaman Baru

Museum Passport: Aktivitas Seru Buat Kamu yang Suka Keliling Museum dan Cari Pengalaman Baru

Namanya Museum Passport, sebuah buku mirip paspor yang bisa dipakai pengunjung untuk mengoleksi cap atau stempel dari berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia.

 Indonesia Akan Punya Museum Passport Mulai Juni 2026, Berkunjung ke Museum sambil Koleksi Stempel Khusus

Indonesia Akan Punya Museum Passport Mulai Juni 2026, Berkunjung ke Museum sambil Koleksi Stempel Khusus

Pemerintah akan merilis program baru bernama “Museum Passport” pada 16 Juni 2026. Program ini memungkinkan pengunjung mengoleksi cap atau stempel dari berbagai museum dan cagar budaya yang ada di Indonesia.

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Lahirnya Semangat Kebangsaan Indonesia

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Lahirnya Semangat Kebangsaan Indonesia

Di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional, ada satu tempat bersejarah yang punya cerita penting tentang awal kebangkitan bangsa, yaitu Museum Kebangkitan Nasional.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia