Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Tren Brewek Kartu Pokémon di Indonesia: Dari Hobi Jadi Peluang Cuan

Minggu, 12 Apr 2026 | 15:49 WIB
Fenomena “brewek” kartu Pokémon tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Indonesia. (Getty Images)
Fenomena “brewek” kartu Pokémon tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Indonesia. (Getty Images) 

JawaPos.com - Fenomena “brewek” kartu Pokémon tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Indonesia. Aktivitas membuka dan memainkan kartu dari Pokémon ini kembali naik daun, bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga mulai dilirik sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan. Tren ini bahkan semakin ramai sejak viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Istilah “brewek” sendiri merujuk pada aktivitas membuka booster pack kartu secara santai bersama teman, yang menghadirkan sensasi kejutan di setiap kartu yang didapat. Momen ini sering dibagikan di platform seperti TikTok dan Instagram, sehingga menarik banyak orang untuk ikut mencoba. Sensasi dapet kartu langka menjadi daya tarik utama yang bikin ketagihan.

Secara global, popularitas kartu Pokémon memang tidak pernah benar-benar hilang. Sejak diperkenalkan oleh Nintendo pada akhir 1990 an, kartu ini sudah menjadi bagian dari budaya pop dunia. Bahkan hingga sekarang, permintaan terhadap kartu Pokémon terus meningkat di berbagai negara.

Lonjakan tren ini semakin terasa sejak pandemi COVID-19, ketika banyak orang kembali ke hobi lama. Kartu Pokémon menjadi salah satu pilihan karena menghadirkan nostalgia sekaligus potensi nilai ekonomi. Tidak sedikit kolektor lama yang kembali aktif, ditambah generasi baru yang ikut meramaikan pasar.

Di Indonesia, tren ini berkembang cukup pesat. Komunitas kolektor mulai bermunculan, baik di dunia maya maupun pertemuan langsung. Aktivitas seperti tukar kartu, jual beli, hingga “brewek bareng” menjadi kegiatan yang makin populer di kalangan anak muda.

Menariknya, nilai kartu Pokémon tidak bisa dianggap remeh. Beberapa kartu langka bahkan bisa dijual dengan harga fantastis. Berdasarkan data lelang internasional, kartu “Pikachu Illustrator” pernah terjual hingga sekitar 16,5 juta dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah, menjadikannya kartu Pokémon termahal di dunia.

Tak hanya itu, kartu klasik seperti Charizard edisi pertama juga bisa mencapai ratusan ribu dolar atau miliaran rupiah tergantung kondisi dan kelangkaannya. Ini menunjukkan bahwa kartu Pokémon bukan sekadar permainan, tetapi sudah masuk ke ranah koleksi bernilai tinggi.

Faktor yang memengaruhi harga pun beragam, mulai dari kondisi kartu, tingkat kelangkaan, hingga sertifikasi grading. Lembaga seperti PSA (Professional Sports Authenticator) berperan penting dalam menentukan nilai kartu. Kartu dengan grade tinggi bisa melonjak jauh lebih mahal dibandingkan kartu biasa.

Di sisi lain, tren ini juga semakin berkembang karena pengaruh konten kreator. Banyak YouTuber dan influencer yang membagikan pengalaman membuka kartu Pokémon, sehingga memicu rasa penasaran audiens. Konten seperti ini sering kali viral dan membuat tren “brewek” semakin meluas.

Bagi yang ingin ikut mencoba, kartu Pokémon kini cukup mudah ditemukan di Indonesia. Kamu bisa membelinya melalui marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Selain itu, toko hobi seperti Toys Kingdom atau toko mainan lainnya juga menyediakan berbagai pilihan kartu, mulai dari yang murah hingga koleksi langka.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia