Senin, 20 Juli 2026
Logo

Dari Diet ke Daily Habit: Rebus-Rebusan Jadi Pilihan Baru Gen Z

Minggu, 3 Mei 2026 | 15:39 WIB
Di tengah maraknya konten “clean eating” dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh, menu sederhana seperti rebus-rebusan justru naik daun dan jadi pilihan favorit. (Istimewa)
Di tengah maraknya konten “clean eating” dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh, menu sederhana seperti rebus-rebusan justru naik daun dan jadi pilihan favorit. (Istimewa)

JawaPos.com - Gaya hidup sehat kini bukan lagi sekadar tren sesaat, tapi mulai bertransformasi jadi kebiasaan harian, terutama di kalangan Gen Z. Di tengah maraknya konten “clean eating” dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh, menu sederhana seperti rebus-rebusan justru naik daun dan jadi pilihan favorit.

Kalau dulu makanan rebus identik dengan menu diet yang hambar dan membosankan, sekarang citranya mulai berubah. Gen Z berhasil mengupgrade rebus-rebusan jadi hidangan yang tetap simpel, tapi enak dan menarik. Dengan tambahan saus, sambal, atau bumbu kekinian, makanan yang dulunya dianggap plain kini justru terasa lebih fleksibel dan bisa disesuaikan selera.

Perubahan ini juga gak lepas dari pengaruh media sosial. Konten tentang meal prep sehat, mukbang versi clean, sampai rekomendasi menu rebus-rebusan makin sering bermunculan. Visual yang estetik bikin makanan ini jadi lebih relatable dan menggugah selera, terutama buat Gen Z yang dekat dengan tren digital.

Di balik popularitasnya, rebus-rebusan memang punya banyak manfaat. Metode memasak dengan cara direbus dikenal lebih sehat karena tidak memerlukan tambahan minyak atau lemak, sehingga kalori tetap terjaga dan lebih ringan untuk tubuh. Selain itu, beberapa makanan yang direbus juga tetap mempertahankan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Manfaat lainnya, makanan rebus cenderung rendah kalori tapi tetap mengenyangkan. Misalnya, kentang rebus mengandung serat dan karbohidrat kompleks yang bisa membuat kenyang lebih lama. Begitu juga dengan telur rebus yang tinggi protein, cocok untuk menambah energi sekaligus menjaga massa otot.

Selain membantu menjaga berat badan, rebus-rebusan juga baik untuk sistem pencernaan. Kandungan serat dalam berbagai bahan makanan seperti sayuran dan umbi-umbian dapat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus.

Menariknya, tren ini juga didukung oleh faktor ekonomi. Di tengah kondisi harga makanan yang semakin beragam, rebus-rebusan jadi pilihan yang relatif murah dan terjangkau. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket dengan harga yang ramah di kantong, sehingga cocok untuk pelajar dan mahasiswa.

Lalu, apa saja contoh makanan yang biasanya masuk kategori rebus-rebusan? Cukup beragam dan dekat dengan keseharian. Mulai dari telur rebus, kentang rebus, hingga ubi rebus yang kini kembali populer sebagai camilan sehat. Selain itu, ada juga jagung rebus, singkong rebus, serta berbagai sayuran seperti wortel, brokoli, dan bayam. Untuk sumber protein, pilihan seperti ayam rebus dan seafood juga sering jadi menu andalan.

Menariknya, makanan-makanan ini gak cuma sehat tapi juga fleksibel. Bisa dijadikan menu diet, camilan, bahkan makanan utama sehari-hari. Ditambah lagi, proses memasaknya yang simpel membuat rebus-rebusan jadi solusi praktis di tengah gaya hidup Gen Z yang serba cepat.

Tren ini juga menunjukkan adanya pergeseran pola pikir. Kalau dulu makan enak identik dengan gorengan atau fast food, sekarang definisinya mulai berubah. Makanan yang sederhana, bersih, dan menyehatkan justru dianggap lebih worth it untuk jangka panjang.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

 Gen Z Makin Sadar Kesehatan: Dari Trend “Sober Curious” hingga Kemunculan Mocktail dan Party Jamu

Gen Z Makin Sadar Kesehatan: Dari Trend “Sober Curious” hingga Kemunculan Mocktail dan Party Jamu

Dari tren mengurangi konsumsi alkohol, muncul minuman hingga aktivitas baru sebagai gantinya, seperti mocktail dan party jamu di Indonesia.

Gen Z Run The World! Ini 5 Tren Positif yang Justru Jadi Ajang FOMO Baru Anak Muda

Gen Z Run The World! Ini 5 Tren Positif yang Justru Jadi Ajang FOMO Baru Anak Muda

Di tangan anak muda, yang didominasi oleh Generasi Z, beberapa tren bergeser ke hal positif, dan FOMO justru membawa mereka ke perubahan yang lebih baik.

Side Hustle Jadi Pilihan Tambahan Penghasilan di Kalangan Gen Z

Side Hustle Jadi Pilihan Tambahan Penghasilan di Kalangan Gen Z

enomena side hustle atau pekerjaan sampingan kian marak di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z di Indonesia. Istilah ini merujuk pada aktivitas kerja tambahan di luar pekerjaan utama untuk menambah penghasilan.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia