Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Lagi Tren, Ini Tips Ikut Event Lari untuk Pemula Biar Nggak Tumbang di Tengah Jalan

Senin, 4 Mei 2026 | 14:29 WIB
Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)
Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Event lari sekarang bukan cuma milik atlet. Dari fun run sampai marathon, pesertanya makin beragam. Banyak yang ikut karena gaya hidup sehat, ikut-ikutan teman, sampai sekadar cari pengalaman baru. Bahkan, nggak sedikit yang baru mulai lari tapi sudah berani daftar event.

Tren ini memang positif, tapi tetap perlu diimbangi dengan persiapan. Soalnya, lari di event, apalagi jarak jauh, beda jauh dengan jogging santai biasa. Kalau asal ikut tanpa bekal, bukan cuma performa yang turun, tapi juga berisiko cedera.

Biar nggak zonk di hari lomba, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama buat kamu yang masih pemula.

1. Mulai latihan pelan-pelan, jangan langsung ambisius

Banyak pemula yang terlalu semangat di awal, langsung lari jauh atau ngebut tanpa jeda. Padahal, tubuh butuh adaptasi. Idealnya, latihan dimulai dari jarak pendek dulu, lalu naik secara bertahap. Kuncinya ada di konsistensi, bukan kecepatan. Latihan rutin dengan intensitas ringan justru lebih efektif untuk membangun daya tahan dibanding latihan berat tapi jarang.

2. Jangan remehkan persiapan mental

Lari itu bukan cuma soal kaki, tapi juga kepala. Di tengah lomba, rasa capek bisa datang tiba-tiba dan bikin kamu ingin berhenti. Di sinilah mental diuji. Coba biasakan self-talk positif atau membayangkan skenario lomba sebelum hari H. Kedengarannya sepele, tapi cara ini bisa bantu kamu tetap fokus dan nggak gampang menyerah.

3. Atur pace, jangan kebut di awal

Salah satu kesalahan klasik pemula adalah terlalu cepat di awal lomba karena terbawa suasana. Padahal, ini justru bikin tenaga cepat habis. Lebih baik mulai dengan pace santai tapi stabil. Anggap saja kamu “menabung energi” untuk dipakai di akhir lomba. Kalau masih kuat di kilometer akhir, baru deh gas sedikit.

 

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Kenalan dengan Running Raves, Tren Lari Rasa Festival Musik yang Sedang Mendunia

Kenalan dengan Running Raves, Tren Lari Rasa Festival Musik yang Sedang Mendunia

Bukan sekadar olahraga, Running Raves menghadirkan pengalaman sosial yang membuat peserta bisa berkeringat sambil menikmati musik dan bertemu teman-teman baru.

Lari Sambil Healing: Trail Run, Tren Outdoor yang Lagi Hype

Lari Sambil Healing: Trail Run, Tren Outdoor yang Lagi Hype

Belakangan ini, lari bukan cuma soal olahraga, tapi juga soal gaya hidup. Dari city run, fun run, sampai marathon, tren lari makin naik daun di kalangan anak muda urban. T

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia