Senin, 20 Juli 2026
Logo

Pace Besar Bukan Masalah, Komunitas Lari Ini Justru Bikin Pemula Makin Pede

Senin, 11 Mei 2026 | 18:59 WIB
ILUSTRASI: Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)
ILUSTRASI: Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Belakangan ini, media sosial rasanya makin dipenuhi konten orang habis lari. Mulai dari foto sepatu penuh keringat, sunrise di car free day, sampai screenshot aplikasi lari yang menunjukkan jarak, waktu tempuh, dan angka pace. Bahkan sekarang, sebelum caption “lari santai”, biasanya ada tulisan “pace 5”, “pace 6”, atau “pace 7” yang ikut dipamerkan.

Buat yang sudah lama terjun ke dunia running, istilah itu mungkin biasa saja. Tapi untuk orang yang baru mau mulai olahraga lari, angka-angka tersebut kadang malah bikin minder duluan.“Aduh pace aku masih gede.” “Takut paling belakang kalau ikut komunitas.” “Nanti malah bikin malu.”

Dalam dunia lari, pace adalah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menempuh jarak tertentu, biasanya per kilometer. Jadi kalau seseorang punya pace 6, artinya ia membutuhkan waktu sekitar 6 menit untuk menyelesaikan 1 kilometer. Semakin kecil angka pace, biasanya semakin cepat ritme larinya.

Karena tren lari sekarang semakin ramai, pace akhirnya sering dianggap sebagai tolak ukur kemampuan seseorang. Tidak sedikit orang yang merasa harus punya pace kecil dulu baru pantas ikut komunitas atau upload hasil lari di media sosial.

Padahal, pace tiap orang tentu berbeda-beda. Faktor usia, kondisi tubuh, pengalaman olahraga, stamina, hingga kebiasaan sehari-hari bisa mempengaruhi ritme lari seseorang. Bahkan untuk pemula, pace besar sebenarnya hal yang sangat normal.

Fenomena ini juga yang akhirnya melahirkan komunitas-komunitas lari santai yang lebih ramah untuk pemula. Salah satunya adalah pace besar, komunitas yang membawa pesan sederhana bahwa pace besar bukan sesuatu yang harus dipermalukan.

Lewat berbagai unggahannya, komunitas ini sering mengajak orang untuk menikmati proses lari tanpa tekanan harus jadi yang tercepat. Tidak ada tuntutan harus kuat 10 kilometer, tidak harus punya personal record keren, bahkan tidak harus langsung jago.

Di tengah tren flexing pace dan statistik olahraga, konsep seperti ini justru terasa menyegarkan. Banyak orang ternyata hanya butuh lingkungan yang suportif untuk mulai bergerak, bukan lingkungan yang bikin makin insecure.

Fenomena komunitas “lari lambat” sendiri juga dianggap menjadi ruang aman untuk para pemula. Banyak orang merasa lebih nyaman berolahraga ketika tidak terus-menerus dibandingkan dengan pelari lain.

Padahal kalau dipikir-pikir, manfaat lari sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar mengejar angka pace. Lari rutin diketahui bisa membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, membakar kalori, hingga membantu kualitas tidur menjadi lebih baik. 

Bukan cuma untuk fisik, lari juga sering jadi cara banyak orang menjaga kesehatan mental. Ada yang merasa pikirannya lebih ringan setelah jogging sore, ada yang menjadikan lari sebagai pelarian dari stres kerja atau tugas kuliah, sampai ada juga yang akhirnya menemukan circle pertemanan baru lewat komunitas lari.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Mau Jogging di Jakarta? Ini 5 Tempat Favorit Warga Kota untuk Lari Santai

Mau Jogging di Jakarta? Ini 5 Tempat Favorit Warga Kota untuk Lari Santai

Salah satu aktivitas yang semakin populer adalah jogging santai di ruang terbuka. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga menjadi cara melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Komunitas Lari Jadi Cara Baru Anak Muda Bangun Relasi, Layakkah Disebut Dating App Baru?

Komunitas Lari Jadi Cara Baru Anak Muda Bangun Relasi, Layakkah Disebut Dating App Baru?

Di tengah kejenuhan terhadap aplikasi kencan digital, komunitas lari mulai dilihat sebagai alternatif baru untuk bertemu orang. Konsep ini bahkan kerap disebut sebagai “the new dating app”.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia