Senin, 20 Juli 2026
Logo

Warga DKI Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah: Ini Tips Hemat, Praktis, dan Bisa Menguntungkan

Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB
4 kategori tempat sampah yang perlu disiapkan oleh warga Jakarta (pic by @tcare.id)
4 kategori tempat sampah yang perlu disiapkan oleh warga Jakarta (pic by @tcare.id)

JawaPos.com – Krisis sampah sudah semakin parah, terlebih jika mengingat kapasitas TPST Bantargebang yang mulai terbatas. Gawatnya permasalahan ini mendorong Pemprov DKI Jakarta berlakukan wajib pemilahan sampah dari rumah. Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Dalam ketentuan resmi, disebutkan bahwa sampah dipilah menjadi empat kategori, sampah organik, anorganik, B3, dan residu. Pemprov juga tengah mengusahakan fasilitas sarana prasarana penampungan hingga pengolahan sampah. Mulai dari penyediaan tempat untuk masing-masing jenis sampah sampai edukasi pengolahan sampah oleh komunitas dan mandiri.

Terlepas dari aturan yang baru berjalan, warga tetap diimbau untuk memulai kebiasaan memilah sampah di rumah. Nyatanya, terdapat cara memilah sampah yang terbilang praktis dan bahkan bisa memanfaatkan sampah lainnya. Berikut adalah beberapa tips memilah sampah dari rumah dengan baik dan praktis.

  1. Sediakan Lebih dari Satu Wadah Sampah Berbeda di Rumah

Pemilahan sampah paling sederhana dapat dimulai dengan menyediakan beberapa wadah berbeda untuk tiap jenis sampah. Tempat untuk sampah tidak perlu mahal, bisa memanfaatkan wadah bekas, seperti galon, ember, ataupun kantong plastik. Setidaknya, terdapat 2 hingga 4 wadah berbeda untuk sampah dengan jenis berbeda..

Sebagai penanda, Kamu bisa membedakan warna tempat sampah, atau sesederhana menempel label jenis sampah pada setiap wadah. Umumnya, warna hijau digunakan untuk sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, maupun tisu organik. Selain itu, warna kuning cenderung digunakan pada tempat sampah anorganik seperti botol dan kaleng.

Limbah B3 rumah tangga, seperti baterai, elektronik bekas, hingga obat-obatan, bisa ditampung menggunakan tempat berwarna merah. Sedangkan wadah hitam biasanya digunakan untuk menampung limbah residu berupa pembalut bekas, popok, tisu bekas, atau puntung rokok. Selain keempat wadah tersebut, Kamu juga bisa menambah wadah lain untuk sampah kertas.

  1. Manfaatkan Limbah Galon Bekas Jadi Tempat Sampah

Tips ini sudah cukup lumrah diterapkan oleh banyak orang. Galon air bekas biasanya dipotong di bagian atas atau samping untuk menampung sampah. Jika ingin memanfaatkan galon bekas sebagai tempat pilah, Kamu bisa menambahkan kantong plastik untuk menampung sampah organik atau residu, agar galon tersebut dapat digunakan berkali-kali.

  1. Perkecil Ukuran Botol dan Kaleng agar Tidak Makan Tempat

Botol plastik dan wadah kaleng sering menjadi penyebab tempat sampah cepat penuh. Oleh karena itu, Kamu bisa memanfaatkan inovasi alat pres botol dan kaleng sederhana untuk mengecilkan ukurannya sebelum dibuang ke tempat sampah anorganik. Alat ini terbukti bisa menekan ruang yang dibutuhkan untuk satu limbah botol hingga 80%.

Alat ini merupakan inovasi dari beberapa anak muda yang peduli lingkungan. Alat ini juga sudah bisa ditemukan dengan mudah di online marketplace. Tapi, selain menggunakan alat, Kamu juga bisa menghemat ruang di wadah sampah dengan meremas botol plastik atau kaleng minuman, memompa udara keluar, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil.

  1. Bilas Sampah Daur Ulang Sebelum Dibuang

Botol plastik, kaleng, ataupun kemasan makanan lain, sebaiknya dibilas sebelum dibuang ke tempat sampah daur ulang. Sampah yang masih kotor dapat menimbulkan bau dan serangga. Selain itu, sampah dalam kondisi bersih dapat lebih mudah diterima dan diolah untuk daur ulang.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Jangan Keburu Dibuang! Yuk Kurangi Food Waste Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

Jangan Keburu Dibuang! Yuk Kurangi Food Waste Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

Masalahnya, food waste bukan cuma soal makanan yang terbuang percuma. Di balik setiap nasi yang tersisa, sayur yang membusuk, atau makanan yang kadaluarsa, ada air, energi, lahan, dan tenaga manusia yang ikut terbuang,

Plogging: Olahraga yang Bikin Badan Sehat dan Lingkungan Ikut Bersih 

Plogging: Olahraga yang Bikin Badan Sehat dan Lingkungan Ikut Bersih 

Plogging merupakan aktivitas olahraga sambil memungut sampah di sekitar jalan, taman, trotoar, atau area publik lainnya. Jadi bukan cuma jogging biasa, tapi sambil membawa kantong sampah dan mengambil sampah.

Jakarta Mulai Gerakan Pilah Sampah, Yuk Buktiin Anak Muda Juga Peduli Lingkungan

Jakarta Mulai Gerakan Pilah Sampah, Yuk Buktiin Anak Muda Juga Peduli Lingkungan

Kebiasaan buang sampah asal campur kayaknya harus mulai ditinggalin. Karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengeluarkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia