Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Museum Passport: Aktivitas Seru Buat Kamu yang Suka Keliling Museum dan Cari Pengalaman Baru

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:45 WIB
Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. (Instagram)
Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. (Instagram) 

JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. Namanya Museum Passport, sebuah buku mirip paspor yang bisa dipakai pengunjung untuk mengoleksi cap atau stempel dari berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia. Program ini resmi diperkenalkan saat peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Museum Nasional Indonesia.

Kalau biasanya datang ke museum cuma foto-foto, lihat koleksi, lalu pulang, sekarang pengalaman ke museum dibuat lebih interaktif dan terasa seperti petualangan. Pengunjung nantinya bisa berburu stempel unik dari museum yang dikunjungi, mirip seperti mengumpulkan cap paspor saat traveling ke berbagai negara.

Program ini diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan lewat Museum dan Cagar Budaya (MCB) sebagai upaya menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan sejarah dan budaya Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut museum bukan cuma tempat menyimpan benda lama, tapi juga ruang pengetahuan, identitas bangsa, sampai penggerak ekonomi budaya.

Menariknya lagi, Museum Passport ini hadir di tengah berbagai upaya pemerintah menghidupkan kembali dunia museum dan cagar budaya. Sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan juga tercatat telah merevitalisasi lebih dari 150 museum dan cagar budaya di berbagai daerah Indonesia.

Mulai 16 Juli 2026, masyarakat sudah bisa menggunakan Museum Passport di museum dan cagar budaya yang berada di bawah pengelolaan MCB. Program ini rencananya diterapkan di puluhan museum, galeri, dan situs cagar budaya di berbagai kota di Indonesia.

Buat anak muda, konsep ini jelas terasa lebih relate dan seru. Aktivitas datang ke museum jadi punya “misi”, yaitu mengumpulkan cap sebanyak mungkin. Apalagi desain stempel tiap museum nantinya dibuat berbeda dan estetik, jadi cocok juga buat koleksi atau dipamerkan di media sosial.

Sensasi berburu cap ini juga bikin pengalaman wisata budaya terasa seperti treasure hunt versi sejarah. Dari satu museum ke museum lain, pengunjung bisa sekalian mengenal cerita tentang kerajaan, perjuangan kemerdekaan, seni, budaya daerah, sampai peninggalan bersejarah Indonesia.

Museum Passport juga jadi bukti kalau museum sekarang terus berinovasi supaya nggak lagi dianggap tempat kuno dan membosankan. Beberapa museum bahkan sudah menghadirkan ruang interaktif, teknologi imersif, hingga konsep edutainment yang bikin belajar sejarah terasa lebih menyenangkan.

Di media sosial sendiri, program ini mulai ramai dibicarakan karena dianggap unik dan bikin orang jadi punya alasan baru untuk datang ke museum. Banyak yang menyebut konsep berburu stempel ini mirip aktivitas wisata di Jepang atau Korea Selatan yang sering menghadirkan stamp rally di tempat wisata dan stasiun.

Selain jadi aktivitas seru, Museum Passport juga bisa jadi cara baru buat mengisi akhir pekan tanpa harus selalu ke mall atau cafe. Dengan datang ke museum, pengunjung tetap bisa jalan-jalan, foto-foto estetik, sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Indonesia.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

 Indonesia Akan Punya Museum Passport Mulai Juni 2026, Berkunjung ke Museum sambil Koleksi Stempel Khusus

Indonesia Akan Punya Museum Passport Mulai Juni 2026, Berkunjung ke Museum sambil Koleksi Stempel Khusus

Pemerintah akan merilis program baru bernama “Museum Passport” pada 16 Juni 2026. Program ini memungkinkan pengunjung mengoleksi cap atau stempel dari berbagai museum dan cagar budaya yang ada di Indonesia.

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Lahirnya Semangat Kebangsaan Indonesia

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Lahirnya Semangat Kebangsaan Indonesia

Di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional, ada satu tempat bersejarah yang punya cerita penting tentang awal kebangkitan bangsa, yaitu Museum Kebangkitan Nasional.

Museum Wayang Hadir dengan Wajah Baru, Memperkenalkan Kesenian Daerah Melalui Teknologi Modern dan Interaktif

Museum Wayang Hadir dengan Wajah Baru, Memperkenalkan Kesenian Daerah Melalui Teknologi Modern dan Interaktif

Museum Wayang yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta kini tampil dengan wajah baru setelah proses revitalisasi. Tampilan terbaru menghadirkan konsep museum yang lebih modern dan futuristik.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia