Kamis, 23 Juli 2026
Logo

Sound Healing: Terapi Relaksasi yang Mengandalkan Getaran dan Suara untuk Menenangkan Pikiran 

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:05 WIB
Metode relaksasi yang belakangan makin sering dibahas adalah sound healing atau terapi suara. (uclahealth.org)
Metode relaksasi yang belakangan makin sering dibahas adalah sound healing atau terapi suara. (uclahealth.org)

JawaPos.com - Banyak orang mulai mencari cara baru untuk melepas stres selain liburan atau sekadar rebahan sambil scroll media sosial. Salah satu metode relaksasi yang belakangan makin sering dibahas adalah sound healing atau terapi suara. Dari studio yoga sampai hotel wellness, terapi ini mulai banyak diminati karena menawarkan pengalaman menenangkan hanya lewat suara dan getaran.

Meski terdengar modern, sebenarnya sound healing bukan hal baru. Praktik ini sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu di berbagai budaya, mulai dari Tibet, India, Mesir, hingga Yunani kuno. Dulu, suara dipercaya bisa membantu meditasi, ritual spiritual, sampai proses penyembuhan tubuh dan pikiran.

Secara sederhana, sound healing adalah terapi relaksasi yang menggunakan frekuensi suara, ritme, dan getaran tertentu untuk membantu tubuh masuk ke kondisi lebih tenang. Suara yang dipakai biasanya berasal dari alat seperti singing bowl, gong, lonceng, garpu tala, drum, hingga suara manusia seperti chanting atau humming.

Kalau membayangkan terapi ini seperti konser musik, sebenarnya tidak juga. Dalam sesi sound healing, peserta biasanya diminta duduk atau berbaring santai sambil memejamkan mata. Setelah itu, fasilitator mulai memainkan berbagai instrumen yang menghasilkan suara lembut dan panjang.

Suasana ruangan biasanya dibuat redup, tenang, dan minim distraksi supaya tubuh lebih rileks. Banyak orang menyebut pengalaman ini seperti mandi suara atau sound bath, karena tubuh seolah dikelilingi gelombang suara dari berbagai arah.

Yang menarik, setiap alat punya karakter suara berbeda. Singing bowl menghasilkan dengungan panjang yang lembut, gong menciptakan getaran dalam dan resonan, sementara lonceng atau chimes memberi efek ringan dan menenangkan. Semua suara itu dikombinasikan untuk membantu tubuh masuk ke kondisi meditasi atau relaksasi mendalam.

Menurut berbagai penjelasan tentang sound healing, tubuh manusia sebenarnya sangat responsif terhadap getaran. Bahkan suara sendiri adalah bentuk getaran yang bergerak melalui udara dan diterima tubuh lewat telinga maupun sistem saraf.

Makanya, suara tertentu bisa langsung mempengaruhi emosi seseorang. Contohnya, suara ombak sering terasa menenangkan, sementara suara keras mendadak bisa bikin tubuh kaget. Nah, prinsip itulah yang dipakai dalam sound healing. Frekuensi suara yang stabil dan lembut dipercaya membantu tubuh berpindah dari kondisi tegang menjadi rileks.

Beberapa penelitian juga menunjukkan terapi suara dapat membantu menurunkan hormon stres, memperlambat detak jantung, dan membuat pola gelombang otak lebih tenang. Saat tubuh masuk ke fase rileks, pernapasan jadi lebih teratur dan pikiran terasa lebih ringan.

Banyak peserta sound healing mengaku merasa lebih lega, emosional, bahkan mengantuk setelah sesi selesai. Hal ini karena tubuh perlahan masuk ke mode rest and repair atau kondisi istirahat alami. Sistem saraf yang sebelumnya aktif karena stres jadi lebih tenang.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia