Jakarta Barat Disebut 'Gotham City', Tokoh Masyarakat Tekankan Perbaikan Kamtibmas Melalui Sinergi Bersama

JawaPos.com - Julukan “Gotham City” yang merujuk pada kota fiktif dengan tingkat kriminalitas tinggi dalam kisah pahlawan super Batman mulai ramai di media sosial. Belakangan ini mulai beredar dan berkembang luas di berbagai platform media sosial, seolah menjadi gambaran utama kondisi keamanan di wilayah Jakarta Barat.
Namun, pandangan tersebut dibantah dengan tegas oleh tokoh masyarakat, Umar Abdul Aziz SH MH. Menurutnya, pelabelan itu sama sekali tidak mencerminkan realitas yang sesungguhnya terjadi di lapangan, dan cenderung merupakan penilaian yang berlebihan serta tidak berdasar secara utuh.
Dalam pernyataannya, Umar menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta Barat justru terus menunjukkan arah perbaikan yang nyata. Hal ini, katanya, merupakan buah dari kerja sama yang erat dan sinergi yang terjalin kuat antara Pemerintah Kota Jakarta Barat, pihak kepolisian, unsur TNI, serta beragam elemen masyarakat yang ada di wilayah tersebut.
Berbagai operasi rutin yang digelar secara berkelanjutan oleh unsur tiga pilar, telah terbukti membawa dampak positif yang terlihat jelas dari penurunan angka gangguan keamanan di berbagai sudut wilayah.
“Narasi yang berkembang di media sosial terkait Jakarta Barat sebagai ‘Gotham City’ terlalu berlebihan. Faktanya, setelah operasi rutin kamtibmas yang dilakukan oleh tiga pilar, angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ruang-ruang publik juga tetap ramai dan masih menjadi tempat yang diminati warga untuk beraktivitas, berinteraksi, maupun menjalani keseharian mereka dengan aman,” ujar Umar Abdul Aziz.
Wakil Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta itu memandang bahwa penilaian terhadap kondisi suatu wilayah tidak boleh semata-mata didasarkan pada sejumlah kasus kriminal yang kebetulan menjadi sorotan dan viral di media sosial. Ia mengingatkan bahwa angka kriminalitas di Jakarta Barat sendiri telah tercatat mengalami penurunan, meski fakta ini sering kali tertutup oleh berita-berita yang mengangkat sisi negatif saja.
Menurutnya, media sosial kerap kali hanya menampilkan sebagian kecil potongan dari realitas yang ada, sehingga secara tidak sengaja membentuk persepsi publik yang tidak utuh, tidak lengkap, dan akhirnya menimbulkan pandangan yang miring.
Lebih jauh dijelaskan Umar, Jakarta Barat adalah wilayah yang memiliki dinamika kehidupan masyarakat yang sangat tinggi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat mobilitas yang sangat padat setiap harinya, keberadaan berbagai persoalan sosial memang tidak dapat dihindari sepenuhnya, sama seperti wilayah perkotaan besar lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa adanya tantangan sosial tersebut tidak lantas berarti seluruh wilayah ini berada dalam kondisi yang tidak aman atau penuh ancaman.
Baca Juga: Waduk Kebon Melati: Danau Kota dengan Pemandangan Gedung Pencakar Langit di Jantung Jakarta
Di balik sorotan terhadap kasus-kasus yang terjadi, Umar menyoroti banyaknya langkah konkret yang telah dan terus dilakukan oleh pemerintah daerah serta aparat keamanan demi menjaga stabilitas wilayah. Mulai dari peningkatan frekuensi dan jangkauan patroli keamanan, pelaksanaan operasi penciptaan kondisi yang kondusif, pengawasan ketat di lingkungan pemukiman maupun tempat umum, hingga penanganan yang cepat dan tanggap terhadap setiap laporan yang disampaikan oleh masyarakat.
Semua upaya itu, menurutnya, adalah bukti nyata dari kerja keras yang patut dilihat dan dihargai secara menyeluruh, bukan hanya dinilai dari beberapa kejadian yang kebetulan mendapatkan perhatian luas.






