Sediakan Shuttle Bus 24 Jam Gratis, Kawasan Kemayoran Perketat Keamanan hingga Penerangan Dimaksimalkan

Direktur Utama PPK Kemayoran Teddy Robinson Siahaan mengatakan, layanan shuttle bus tersebut disiapkan untuk memudahkan mobilitas masyarakat di dalam kawasan Kemayoran tanpa dipungut biaya. Menurutnya, anggaran yang digelontorkan untuk menghadirkan layanan itu mencapai lebih dari Rp 5 miliar.
"Kami akan siapkan shuttle bus free of charge buat seluruh masyarakat. Mungkin mulai bulan Agustus shuttle bus sudah beroperasi 24 jam dan free of charge. Siapa saja yang mau datang, silakan," ujar Teddy kepada wartawan, Selasa (14/7).
Teddy menegaskan, kebijakan tersebut merupakan wujud peran PPK Kemayoran sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang tidak semata-mata berorientasi pada bisnis.
"Saya terbiasa mengelola kawasan business approach, tetapi di sini bukan hanya business approach yang kita kedepankan. Kita juga harus bisa mengakomodir kepentingan rakyat. Untuk itulah nama kita Badan Layanan Umum," katanya.
Selain menghadirkan shuttle bus, PPK Kemayoran juga melakukan penguatan aspek keamanan. Seluruh pintu masuk kawasan kini dilengkapi pos keamanan yang akan terus disempurnakan, termasuk penambahan penanda di setiap gerbang agar masyarakat mengetahui saat memasuki kawasan Kemayoran.
Menurut Teddy, isu keamanan menjadi salah satu perhatian utama dalam transformasi kawasan. Karena itu, selain pembangunan pos keamanan, pengawasan juga diperkuat melalui penambahan personel, pemanfaatan CCTV, serta patroli selama 24 jam.
Dari sisi kenyamanan, PPK Kemayoran meningkatkan kualitas penerangan di sejumlah titik, terutama di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, melalui penerapan sistem smart lighting. Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan lampu secara otomatis sehingga lebih efisien sekaligus mendukung penghematan energi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari program Kemayoran Berteman Hijau yang mengusung semangat Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini diwujudkan melalui penataan kawasan yang lebih bersih, terang, aman, dan hijau.
Teddy mengatakan, transformasi Kemayoran tidak hanya diarahkan menjadi kawasan bisnis modern, tetapi juga ruang kota yang nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kawasan yang ramah investasi harus tetap memberikan manfaat nyata bagi warga yang tinggal, bekerja, maupun beraktivitas di dalamnya.
"Kawasan yang business-friendly bukan hanya soal menarik investasi. Kawasan ini juga harus tertata, mudah diakses, aman, bersih, dan memiliki fasilitas pendukung yang baik," tegasnya.





