Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Cegah Stunting, Pemprov DKI Sasar Remaja Putri Lewat Edukasi Pola Makan B2SA

Jumat, 17 Jul 2026 | 20:17 WIB
Para pelajar SD di Kota Tangerang menerima program MBG dari pemerintah.
Para pelajar menerima program MBG dari pemerintah. (Istimewa)

JawaPos.com – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyasar remaja putri dalam program sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman gizi sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan remaja putri dipilih sebagai sasaran karena mereka diharapkan menjadi calon ibu yang memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga.

"Kenapa remaja putri? Karena ternyata putri itu yang kita harapkan menjadi ibu rumah tangga yang mengerti terkait dengan gizi dari rumah tangga itu sendiri," kata Hasudungan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (17/7).

Edukasi Gizi Sejak Remaja

Hasudungan menjelaskan sosialisasi B2SA rutin dilaksanakan di berbagai sekolah. Salah satunya digelar di SMKN 41 Jakarta Selatan, Cilandak, pada 10 Juni 2026 yang diikuti sekitar 200 siswi.

Pola Pangan B2SA merupakan konsep konsumsi pangan yang mendorong masyarakat mengonsumsi makanan dengan komposisi beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Menurutnya, penerapan pola makan tersebut tidak harus mahal. Yang terpenting adalah memahami komposisi gizi yang tepat serta memanfaatkan sumber pangan lokal.

Dengan pola konsumsi yang beragam dan seimbang, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak.

Melalui edukasi sejak usia sekolah, KPKP berharap generasi muda memahami bahwa makan bukan sekadar menghilangkan rasa lapar, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan gizi untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan.

Dorong Urban Farming dan Konsumsi Ikan

Selain memberikan edukasi mengenai gizi, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan program pertanian perkotaan (urban farming) untuk memperkuat ketahanan pangan di ibu kota.

Hasudungan mengatakan Jakarta masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Karena itu, pemerintah menjalankan program contract farming di sembilan provinsi untuk menjaga ketersediaan pangan.

Editor : Edy Pramana
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Pemprov DKI Jaga Stabilitas Harga Pangan Menjelang Imlek dan Ramadhan 2026

Pemprov DKI Jaga Stabilitas Harga Pangan Menjelang Imlek dan Ramadhan 2026

Pemprov DKI berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang hari besar keagamaan, Imlek dan Ramadhan 2026 di Jakarta.

Kenaikan Kebutuhan Pangan Jelang Ramadan, Begini Langkah Pemprov DKI

Kenaikan Kebutuhan Pangan Jelang Ramadan, Begini Langkah Pemprov DKI

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI memprediksi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Idul Fitri akan meningkat.

Syarat Ikut Mudik Gratis 2026 yang Diadakan Pemprov DKI, Bakal Ada Tambahan Kuota

Syarat Ikut Mudik Gratis 2026 yang Diadakan Pemprov DKI, Bakal Ada Tambahan Kuota

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memastikan program Mudik Gratis 2026 akan kembali digelar dengan kapasitas yang lebih besar

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia