Senin, 3 Agustus 2026
Logo

Hotel di Jakarta Bidik Tamu Berdaya Beli Tinggi, Tak Lagi Andalkan MICE dan Sektor Pemerintahan

Senin, 3 Ags 2026 | 12:35 WIB
Hotel di Jakarta dan Bali mengubah strategi bisnis dengan membidik tamu berdaya beli tinggi demi menjaga profitabilitas jangka panjang. (Dok. JP)
Hotel di Jakarta dan Bali mengubah strategi bisnis dengan membidik tamu berdaya beli tinggi demi menjaga profitabilitas jangka panjang. (Dok. JP)

JawaPos.com – Tingkat hunian kamar bukan lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan bisnis hotel. Di tengah perubahan perilaku wisatawan dan melemahnya sejumlah segmen pasar, pelaku industri mulai mengalihkan fokus pada kualitas pendapatan. Mereka membidik tamu dengan daya belanja lebih tinggi demi menjaga profitabilitas jangka panjang.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, perubahan strategi tersebut terlihat jelas di pasar hotel Jakarta maupun Bali.

"Jakarta dan Bali memang menghadapi dinamika pasar yang berbeda. Namun, keduanya bergerak menuju tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas pendapatan," ujarnya kemarin (2/8).

Menurut Ferry, hotel kini tidak lagi sekadar mengejar tingkat okupansi yang tinggi. Operator lebih selektif menyasar tamu yang mampu memberikan kontribusi pendapatan lebih besar melalui tingkat belanja, pengalaman menginap, maupun loyalitas.

Di Jakarta, perubahan strategi dipicu melemahnya permintaan dari sektor pemerintahan. Selama bertahun-tahun, hotel bergantung pada kegiatan rapat, konferensi, dan acara resmi pemerintah. Namun, kebijakan efisiensi fiskal membuat permintaan dari segmen tersebut menurun.

Sebagai gantinya, hotel mulai menggarap segmen perjalanan korporasi, free independent travelers (FIT), wisata keluarga, staycation, pesta pernikahan, hingga berbagai kegiatan sosial dan hiburan.

"Permintaan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) dari sektor pemerintah masih berada di bawah tingkat historis. Karena itu, hotel semakin aktif menyasar pelaku perjalanan korporasi dan FIT," jelasnya.

Fenomena staycation menjadi salah satu penggerak utama permintaan domestik. Sementara itu, penyelenggaraan pesta pernikahan dan berbagai acara sosial berkembang menjadi sumber pendapatan baru. Hotel pun bertransformasi menjadi destinasi gaya hidup, bukan sekadar tempat menginap.

Bali Fokus Wisatawan Premium

Sementara itu, fokus industri perhotelan di Bali bergeser dari mengejar jumlah wisatawan menjadi meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan setiap pengunjung. Karena itu, hotel lebih membidik wisatawan dengan daya beli tinggi dibanding sekadar mengejar volume tamu.

Segmen hotel mewah terus mendominasi pengembangan baru di Pulau Dewata. Wisata berbasis wellness, pengalaman budaya, serta layanan yang dipersonalisasi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan premium.

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Pramono Janji Jadikan Jakarta Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional

Pramono Janji Jadikan Jakarta Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berjanji mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah anak dengan terus memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Fauzi Bowo: Ali Sadikin Letakkan Fondasi Kebudayaan Jakarta hingga Jadi Kota Metropolitan

Fauzi Bowo: Ali Sadikin Letakkan Fondasi Kebudayaan Jakarta hingga Jadi Kota Metropolitan

Fauzi Bowo menilai Ali Sadikin meletakkan fondasi pembangunan kebudayaan Jakarta melalui TIM, Dewan Kesenian Jakarta, dan Lembaga Kebudayaan Betawi.

Jakarta Kembali Jadi Daerah Tujuan Investasi Terbesar, Semester I 2026 Tembus Rp 173,6 Triliun

Jakarta Kembali Jadi Daerah Tujuan Investasi Terbesar, Semester I 2026 Tembus Rp 173,6 Triliun

Jakarta kembali menjadi daerah dengan investasi terbesar di Indonesia. Realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun dan tertinggi secara nasional.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia