Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Bukan Sekadar Makanan, Tempe Menuju Warisan Budaya Dunia dari Indonesia

Senin, 20 Jul 2026 | 08:00 WIB
ILUSTRASI: Tempe yang disajikan dalam makanan Indonesia. (Generate Gemini AI)
ILUSTRASI: Tempe yang disajikan dalam makanan Indonesia. (Generate Gemini AI)

 

JawaPos.com - Siapa tidak kenal dengan tempe. Makanan dari kacang kedelai ini sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Kini tempe tidak hanya sekadar makanan dari Nusantara. Karena dengan keotentikannya, tempe bisa menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia. 

Pemahaman soal tempe ini disampaikan oleh TempeLand kepada 60 anak Indonesia di Supermal Karawaci, Tangerang, Banten, pada Sabtu (18/7). Anak-anak tersebut mendapat workshop pembuatan yang dirangkai dengan acara santai dan kreatif. 

Co-Founder TempeLand, Dadi Maskar, mengatakan bahwa pihaknya mengajak puluhan anak dan orang tua mengenal lebih dekat tempe sebagai pangan asli Indonesia yang bergizi tinggi sekaligus memiliki nilai budaya yang mendunia. 

Lebih dari itu, tempe merupakan pangan fermentasi yang kaya protein berkualitas tinggi, serat pangan, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Para orang tua juga memperoleh wawasan baru mengenai beragam inovasi olahan tempe.

Selain itu, tempe mencerminkan kearifan lokal, ilmu pengetahuan, inovasi pangan, serta gaya hidup berkelanjutan yang kini semakin relevan di tingkat global. Untuk itu, tempe ini perlu mendapatkan pengakuan dunia. Pengakuan itu menjadi kebanggaan. Tetapi yang jauh lebih penting lagi, generasi muda Indonesia lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap tempe. 

"Jika anak-anak Indonesia tidak memahami nilai warisan budayanya sendiri, maka pengakuan internasional tidak akan memiliki makna yang utuh," bebernya. 

Maka dari itu, TempeLand hadir untuk mentransmisikan pengetahuan, nilai budaya, dan kebanggaan terhadap tempe kepada generasi penerus bangsa. Sehingga, TempeLand juga mengenalkan minuman berbahan dasar tempe. Hal itu menunjukkan bahwa pangan tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern. 

Adapun selama kegiatan, para peserta tidak hanya mempelajari sejarah dan proses pembuatan tempe, tetapi juga mempraktikkan langsung proses fermentasi tempe melalui metode yang interaktif dan menyenangkan. 

"Edukasi pembuatan tempe ini seru banget. Programnya bagus karena anak-anak jadi tahu seperti apa proses pembuatan tempe. Kami sebagai orang tua juga baru tahu bahwa tempe bisa dibuat menjadi minuman. Ini sangat menarik," ujar Adah Rosidah, salah satu perwakilan orang tua. 

Editor : Ilham Safutra
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia