Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersama Putus Rantai TBC, Kota Tangerang Capai 112 Persen Target Skrining

A
Penulis: ARM❯
Pemkot Tangerang menghadirkan Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru, yang menjadi RSB pertama di Provinsi Banten yang memberikan dukungan khusus bagi pasien TBC. (Istimewa)
Pemkot Tangerang menghadirkan Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru, yang menjadi RSB pertama di Provinsi Banten yang memberikan dukungan khusus bagi pasien TBC. (Istimewa)

Advertisement

JawaPos.com — Komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui berbagai langkah nyata. Hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang telah menemukan sekitar 7.200 kasus TBC terkonfirmasi melalui kegiatan skrining dan penemuan kasus secara aktif di berbagai wilayah.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memutus mata rantai penularan TBC sekaligus memastikan masyarakat yang terinfeksi mendapatkan pengobatan sedini mungkin.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak hanya dilakukan setelah pasien terdeteksi positif. Pemerintah juga memperkuat pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien untuk mencegah terjadinya penularan berikutnya.

Advertisement

“Jadi kalaupun ada pasien yang sudah terdeteksi mengidap penyakit paru, kita obati, tapi juga kita lakukan pelacakan-pelacakan takutnya sebelum mereka kita obati, yang kita khawatirkan ada sentuhan-sentuhan sehingga ada penularan dan itu secara estafet biasanya melalui udara,” ujar Sachrudin,.

Berdasarkan data hingga 24 Agustus 2026, capaian penemuan kasus TBC di Kota Tangerang telah mencapai 73 persen. Sachrudin menegaskan, angka tersebut merupakan persentase capaian penemuan kasus dan bukan berarti 73 persen masyarakat Kota Tangerang menderita TBC.

Advertisement

“Artinya, ini penemuannya ya, bukan masyarakat Kota Tangerang sebanyak 70 persen. Artinya kita tidak boleh berhenti. Terima kasih Dinas Kesehatan dan jajaran para kadernya yang terus melakukan pelacakan,” katanya.

Menurut Sachrudin, semakin aktif pemerintah menemukan kasus justru semakin besar peluang untuk menghentikan penularan. Setiap pasien yang terdeteksi harus segera memperoleh pengobatan dan mendapatkan pendampingan hingga terapi selesai.

“Kasus harus terus ditemukan, pasien harus segera diobati, dan pengobatan harus dipastikan sampai sembuh, sampai tuntas,” tegasnya.

Skrining Menjankau Masyarakat
Untuk memperluas jangkauan deteksi dini, Pemkot Tangerang melalui Dinkes mengintegrasikan tracking TBC dengan program cek kesehatan gratis. Skrining dilakukan menggunakan X-ray serta program Ransel TBC yang digelar di 430 lokus se-Kota Tangerang sejak Juli hingga November 2026.

Langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan lebih mudah dan kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer