Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Merasa Gatal di Sela Jari Kaki? Waspada, Bisa Jadi Gejala Kutu Air

R
Penulis: Rafi Akbar❯
Illustrasi Kutu Air Pada Kaki (Dok. Magnific)
Illustrasi Kutu Air Pada Kaki (Dok. Magnific)

Advertisement

JawaPos.com - Rasa gatal di sela-sela jari kaki kerap dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. Padahal, jika disertai kulit mengelupas, kemerahan, atau pecah-pecah, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda kutu air.

Kutu air atau athlete's foot merupakan infeksi jamur pada kulit kaki yang dalam istilah medis disebut tinea pedis. Infeksi ini umumnya muncul di sela-sela jari kaki, terutama ketika area tersebut sering berada dalam kondisi lembap dan hangat.

Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, bukan hanya orang yang rutin berolahraga. Kebiasaan memakai sepatu tertutup dalam waktu lama, kaki yang mudah berkeringat, serta penggunaan fasilitas umum yang lembap dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi jamur pada kaki.

Advertisement

Kenali Gejala Kutu Air yang Perlu Diwaspadai

Salah satu gejala kutu air yang paling umum adalah rasa gatal di antara jari-jari kaki. Keluhan ini dapat disertai perubahan kondisi kulit yang terkadang dianggap sepele.

Kulit di area yang terinfeksi bisa tampak bersisik, mengelupas, memutih, atau mengalami pecah-pecah. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat merasakan sensasi perih atau terbakar. Bahkan, lepuhan kecil bisa muncul pada bagian kaki yang terdampak.

Advertisement

Gejala tersebut dapat berbeda pada setiap orang. Infeksi juga bisa meluas dari sela-sela jari ke telapak maupun bagian samping kaki jika tidak ditangani dengan tepat.

Meski demikian, rasa gatal tidak selalu menandakan kutu air. Kondisi kulit lain, seperti eksim atau iritasi, juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila penyebabnya belum jelas.

Mengapa Kutu Air Bisa Muncul?

Jamur penyebab kutu air dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang hangat dan lembap. Kondisi ini dapat terbentuk ketika kaki terus berkeringat di dalam sepatu tertutup, terlebih jika kaus kaki yang digunakan basah dan jarang diganti.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan kulit yang terinfeksi atau benda dan permukaan yang terkontaminasi jamur. Lantai kamar mandi umum, ruang ganti, serta area di sekitar kolam renang menjadi tempat yang perlu diwaspadai.

Penggunaan handuk, kaus kaki, atau sepatu secara bergantian dengan orang yang terinfeksi juga dapat meningkatkan resiko penularan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan kaki saja belum tentu cukup jika kebiasaan menjaga alas kaki dan barang pribadi masih diabaikan.

Advertisement
Editor : Bintang Pradewo
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer