JawaPos.com – Setelah mewaspadai cuaca ekstrem dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11–20 Maret 2025, Pemprov DKI kembali mengumumkan untuk waspada banjir rob. Banjir akibat tingginya permukaan air laut itu diprediksi terjadi pada 27–29 Maret 2025.
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, dampak OMC, saat pagi hari dia melihat cuaca cerah di Jakarta, kemarin. Meskipun OMC merupakan solusi jangka pendek, dirinya mengaku sedikit lega karena dampaknya bisa langsung terlihat.
”Tapi, baru senang saja, tadi dapat laporan dari Pak Maruli (Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Maruli Sijabat) bahwa 27, 28, dan 29 kemungkinan banjir rob,” tutur Pram.
Atas laporan itu, Pram sudah meminta jajarannya untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Utamanya, dalam memastikan pompa-pompa bisa berfungsi dengan baik. ”Kami antisipasi agar pompa-pompa yang ada di utara (Jakarta), nanti akan aktifkan kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Maruli Sijabat menuturkan, informasi adanya ancaman rob itu diperoleh saat rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam rapat itu, Kepala BMKG disebutkannya menyatakan akan ada potensi rob 27–29 Maret 2025.
”Itu kalau rob kan terkait dengan pasang tertinggi ya di bulan Maret. Nah ini yang kita perlu antisipasi, Yang pertama, pasti informasi dini akan kami sampaikan kepada masyarakat yang berada di sekitaran pesisir utara Jakarta,” ujar Maruli. (rya/ilo)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi