Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Parkir Liar, Dishub DKI Luncurkan JakParkir

Y
Penulis: Yogi Wahyu Priyono❯
Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (dua dari kiri) bersama jajarannya meninjau tahap uji coba program JakParkir di kawasan Cikini Raya, Jakarta Pusat.
Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (dua dari kiri) bersama jajarannya meninjau tahap uji coba program JakParkir di kawasan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

JawaPos.com – Sistem perparkiran di Jakarta terus dibenahi. Buktinya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah mengembangkan sistem parkir elektronik berbasis aplikasi bernama JakParkir.


Advertisement

Sistem JakParkir memungkinkan pengguna untuk mencari slot parkir terdekat, melakukan pemesanan (booking) tempat sebelum tiba di lokasi, serta membayar langsung melalui e-wallet atau QRIS. Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan notifikasi tentang waktu parkir mereka.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, JakParkir merupakan bagian dari visi besar Jakarta sebagai kota digital, serta menjadi langkah strategis dalam menertibkan parkir liar, mengoptimalkan ruang parkir on-street, dan mengurangi kemacetan di wilayah padat kendaraan.

’’Secara grand design, masyarakat dapat melakukan perencanaan parkir lewat handphone. Nanti, fitur booking akan bisa digunakan di seluruh titik. Kami ingin warga Jakarta bisa merencanakan lokasi parkir mereka sebelum berangkat, meskipun itu parkir pinggir jalan (on-street),’’ kata Syafrin Senin (4/8).

Advertisement

Juru parkir yang sebelumnya bekerja secara tunai juga tetap dilibatkan dalam sistem baru ini, namun kini mereka bertugas sebagai operator alat handheld. Aplikasi JakParkir menerapkan tarif parkir progresif sesuai waktu/durasi parkir, untuk tarif parkir motor Rp 2.000 per jam sedangkan mobil Rp 5.000 per jam.

Program JakParkir saat ini masih dalam tahap uji coba di dua ruas jalan, antara lain di Jalan Pegambiran dan Jalan Cikini Raya. Ke depan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menargetkan implementasi penuh pada 244 ruas jalan di Jakarta hingga tahun 2027.

’’Dishub berharap masyarakat Jakarta mulai terbiasa menggunakan sistem digital ini dan berpartisipasi aktif dalam proses transformasi kota menuju tata kelola lalu lintas yang lebih modern, transparan, dan efisien,’’ tutupnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Artikel Terkait

Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terapkan PJJ Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terapkan PJJ Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Dinas Pendidikan DKI Jakarta terapkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi satuan pendidikan mulai Senin (7/9) antisipasi potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Ini Alasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bongkar Satu JPO Viral Love-Hate di Rasuna Said

Ini Alasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bongkar Satu JPO Viral Love-Hate di Rasuna Said

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang viral dengan sebutan JPO Love-Hate Relationship di kawasan Jalan HR Rasuna Said

Layanan Pajak Tetap Normal usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI

Layanan Pajak Tetap Normal usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pelayanan perpajakan di Jakarta tetap normal dan tidak terganggu. Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer