Minggu, 26 Juli 2026
Logo

Daya Beli Warga Bandung Tertahan, DPRD Soroti Kesenjangan Sosial dan Dampak Efisiensi Anggaran

Kamis, 26 Mar 2026 | 11:03 WIB
Anggota DPRD Kota Bandung meninjau pasar selama Ramadhan 1447 H, (Dok. DPRD Kota Bandung)
Anggota DPRD Kota Bandung meninjau pasar selama Ramadhan 1447 H, (Dok. DPRD Kota Bandung)

 

JawaPos.com – Kondisi ekonomi masyarakat Kota Bandung dinilai sedang menghadapi situasi yang cukup kompleks. Meski sejumlah barang di pasar masih terserap, daya beli masyarakat terutama dari kalangan bawah terlihat mulai tertahan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung Eko Kurniawanto mengatakan, di lapangan sebenarnya aktivitas ekonomi masih berjalan. Namun, banyak masyarakat menahan keinginan untuk berbelanja karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Data di lapangan menunjukkan barang masih terserap. Tapi animo masyarakat kelas bawah untuk belanja sekarang terlihat tertahan,” ujarnya pada Kamis (26/3).

Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah tingginya kesenjangan sosial di Kota Bandung. Dia menyebut angka gini rasio Kota Bandung berada di kisaran 0,4 yang tergolong cukup tinggi.

“Gini rasio Bandung sekitar 0,4 itu sudah termasuk cukup tinggi dan menunjukkan adanya kesenjangan sosial,” kata Eko Kurniawanto.

Selain itu, kondisi ketenagakerjaan juga ikut memberi dampak terhadap daya beli masyarakat. Apalagi  banyak pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk tenaga kerja dari skema PPPK maupun tenaga outsourcing.

“Banyak tenaga kerja yang terdampak PHK, termasuk PPPK dan outsourcing. PPPK paruh waktu juga ditiadakan, meskipun itu baru dari sisi formal,” jelasnya.

Eko menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor regional atau nasional, tetapi juga dinamika global yang ikut memengaruhi perekonomian daerah.

Anggota DPRD Kota Bandung meninjau pasar selama Ramadhan 1447 H, (Dok. DPRD Kota Bandung)
Anggota DPRD Kota Bandung meninjau pasar selama Ramadhan 1447 H, (Dok. DPRD Kota Bandung)

 

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Perubahan Status Bank Bandung Diyakini Dongkrak Kinerja dan PAD

Perubahan Status Bank Bandung Diyakini Dongkrak Kinerja dan PAD

Raperda tentang perubahan bentuk badan hukum Bank Bandung dari Perumda ke Perseroda tengah dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) 16 DPRD Kota Bandung.

DPRD Kota Bandung Dukung Rencana Revitalisasi Gedung Inspektorat Kota Bandung

DPRD Kota Bandung Dukung Rencana Revitalisasi Gedung Inspektorat Kota Bandung

Kondisi gedung yang saat ini digunakan sudah tidak lagi memadai karena sejumlah kerusakan, seperti kebocoran, dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan produktivitas aparatur dalam menjalankan tugas.

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menegaskan, peristiwa matinya dua anak harimau Benggala dilaporkan akibat virus tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia