Gubernur Pramono Buka Suara Soal Tawuran Maut di Koja

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta memberi perhatian serius terhadap insiden pengeroyokan maut antar-remaja yang dipicu saling tantang di media sosial Instagram di kawasan Komplek UKA, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kekerasan jalanan dengan mengalihkan energi para remaja ke kegiatan yang lebih produktif.
"Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapa pun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta. Supaya energinya disalurkan dengan hal-hal yang lebih positif, lebih produktif," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Pendekatan Pemprov DKI: Dari Ring Tinju Hingga Skateboard
Guna mencegah peristiwa serupa terulang, Pemprov DKI Jakarta terus mendalami akar permasalahan tawuran yang kerap kali dipicu oleh hal-hal sepele. Menurut Pramono, perselisihan kecil seperti balap motor, tempat nongkrong, hingga permainan catur pun bisa berujung bentrokan jika tidak ada keakraban antar-warga.
Sebagai solusi konkrit, Pemprov DKI siap membangun berbagai sarana olahraga dan rekrutmen komunitas di titik-titik rawan konflik.
"Cara pendekatan yang dilakukan adalah memfasilitasi mereka dengan hal-hal yang bersifat membuat makin rukun di bawah. Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi," jelas Pramono.
Ia menambahkan, pihak Pemprov DKI menargetkan aksi tawuran di ibu kota dapat dihilangkan atau setidaknya diminimalkan melalui penyediaan sarana-sarana tersebut.
Kronologi Pengeroyokan Maut Berawal dari Instagram
Sebelumnya, bentrokan berdarah meletus pada Sabtu (18/7) dini hari di sekitar Lapangan Voli Komplek UKA, Tugu Utara. Peristiwa ini bermula dari aksi saling tantang antara dua kelompok remaja melalui platform Instagram.
Setelah bersepakat untuk bertemu, salah satu kelompok berkumpul di sebuah kedai dan menyiapkan senjata tajam. Sekitar pukul 03.00 WIB, bentrokan tak terhindarkan. Seorang remaja berinisial A (16) yang terjatuh di lokasi menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam oleh kelompok lawan.
Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Orang Masih Buron
Menindaklanjuti insiden tersebut, tim gabungan Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Koja bergerak cepat melakukan penyelidikan berdasarkan laporan resmi LP/B/128/VII/2026/SPKT/SEKJA/RESJU/PMJ.
Pada Sabtu malam (18/7) sekitar pukul 21.00 WIB, polisi menangkap tiga terduga pelaku, yakni ANIAA (18), AAAJ (19), dan AHIP (17). Selain itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa bilah senjata tajam, satu unit sepeda motor, serta pakaian yang digunakan saat bentrokan.
Satu terduga pelaku lainnya berinisial FAI kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang diburu oleh tim buser.
Ketegasan Polisi dan Imbauan Orang Tua
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menegaskan pihak kepolisian tidak memberikan toleransi bagi para pelaku kejahatan jalanan dan terus memburu pelaku yang masih buron.
"Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan maupun tawuran yang meresahkan masyarakat," kata Kompol Andry, Minggu (19/7).
Kompol Andry juga mengimbau seluruh orang tua, khususnya di wilayah Jakarta Utara, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka pada malam hingga dini hari agar tidak terjerumus dalam tindak pidana. Saat ini, penyidik Polsek Koja masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi dan mendalami peran masing-masing pelaku.







