Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Emas Jadi Mesin Pertumbuhan Baru BSI dan Pegadaian

M
Penulis: Muhtamimah❯
Ilustrasi: Emas. BSI dan Pegadaian menjadikan bisnis emas sebagai mesin pertumbuhan baru. Kelolaan emas keduanya terus meningkat melalui beragam layanan. (Dok/Jawa Pos)
Ilustrasi: Emas. BSI dan Pegadaian menjadikan bisnis emas sebagai mesin pertumbuhan baru. Kelolaan emas keduanya terus meningkat melalui beragam layanan. (Dok/Jawa Pos)

Advertisement

JawaPos.com – Emas tak lagi sekadar menjadi layanan pelengkap bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Pegadaian (Persero). Dua perusahaan tersebut mulai menjadikan komoditas emas sebagai mesin pertumbuhan baru, tidak hanya melalui pembiayaan dan perdagangan emas.

BSI kini menyiapkan skema simpanan emas hingga produk berbasis exchange-traded fund (ETF). Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pengembangan bisnis simpanan emas masih berada pada tahap persiapan.

”Kalau simpanan emas itu mesti punya hub-nya dulu. Ini kita lagi bangun hub-nya, supaya kalau ada masyarakat yang simpan emas, kita bisa menyalurkan kepada toko-toko emas yang butuh,” kata Anggoro di Jakarta kemarin (25/8).

Advertisement

Menurut dia, pembangunan ekosistem menjadi penting karena skema tersebut merupakan model bisnis baru bagi perseroan. Dalam skema simpanan emas yang disiapkan, logam mulia fisik menjadi underlying asset transaksi sehingga mekanismenya berbasis emas dengan emas (gold-to-gold).

BSI juga tertarik mengembangkan produk berbasis ETF emas. Namun, realisasi produk tersebut masih menunggu kesiapan regulasi dan internal perbankan.

”Kita masih menyiapkan. Regulasinya kalau di perbankan kan menyiapkannya tidak secepat fintech,” tutur Anggoro.

Advertisement

Hingga Juni 2025, BSI mencatat aset kelolaan emas mencapai 24 ton.

Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) mencatat geliat bisnis emas juga semakin kuat. Total kelolaan emas perseroan telah melampaui 153 ton.

Angka tersebut berasal dari berbagai layanan, mulai Pinjaman Modal Kerja (PMK) Emas, perdagangan emas, deposito emas, hingga jasa titipan emas korporasi.

”Pencapaian tersebut telah melampaui target perseroan selama setahun. Tingginya minat masyarakat menjadi salah satu pendorong utama,” kata Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian Eka Pebriansyah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer