JawaPos.com – Salah satu titik kemacetan lalu lintas di Tangsel yang menjadi perhatian publik adalah Pertigaan Serua, Ciputat. Menindaklanjuti itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel dan Dishub Provinsi Banten tengah melakukan kajian.
Perwakilan Dishub Provinsi Banten Dudy Herdiana mengatakan, untuk penanganan jangka pendek pihaknya berkolaborasi dengan Dishub Kota Tangsel dengan pemasangan barrier dan traffic cone. Tujuannya untuk mengurangi titik adu antara arus lalu lintas.
’’Intinya untuk mengurangi konflik,’’ katanya usai meninjau sekaligus pemasangan barrier dan traffic cone di Pertigaan Serua, Ciputat, Senin (14/10).
Dudy menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum ada rencana untuk pemasangan traffic light sebagai solusi kemacetan di titik tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi pemasangan barrier dan traffic cone terlebih dahulu.
’’Jadi, kalau kita pakai traffic light sebenarnya untuk arus kendaraan itu tidak mengunci di tengah simpang. Cuma ada efek sampingnya, efek sampingnya adalah antrean. Makanya masih kami kaji mau pasang traffic light atau tidak,’’ tuturnya.
Dudy menyampaikan, waktu pemasangan barrier dan traffic cone itu belum pasti sampai kapan. Nantinya, kata dia, bila hasilnya baik maka pihaknya akan melanjutkan langkah tersebut.
’’Kita lihat saja. Tentatif, kalau masih bagus berarti lanjut kalau enggak nanti kita ubah lagi skemanya,’’ ucapnya.
Dia mengungkapkan, kemacetan di titik tersebut diakibatkan karena kapasitas persimpangan yang sempit. Kendati demikian, sampai saat ini Dishub Provinsi Banten belum ada rencana untuk melakukan pelebaran jalan.
’’Untuk melebarkan kapasitas simpang kita butuh biaya yang tinggi juga. Harus ada kajian dulu, dari usul nanti mungkin provinsi yang bangun. Tapi nanti kita lihat kajian ke depannya seperti apa,’’ terangnya.
Dudy menjelaskan, untuk melakukan pelebaran jalan tentunya diperlukan pembebasan lahan. Sedangkan pembebasan lahan membutuhkan proses yang panjang.
’’Karena enggak serta merta gampang langsung saja bebasin lahan, kita lebarin. Harus banyak kajian, harus banyak juga pendekatan-pendekatan, diskusi dengan instansi Pemkot Tangsel,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Marthalena mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi bersama pihak terkait. Termasuk kepolisian.
’’Salah satu solusi jangka pendek adalah pemasangan barrier dan marka jalan untuk memperbaiki pengaturan lalu lintas,’’ kata Martha.
Dia menambahkan, untuk penempatan petugas di pertigaan tersebut bersifat tentatif dan akan dievaluasi lebih lanjut. Nanti, bila hasil evaluasi menunjukkan perlunya petugas sepanjang hari maka pihaknya akan ada pengaturan petugas selama 24 jam.
’’Tapi jika hanya diperlukan pada jam sibuk, kami akan menyesuaikan penempatan petugas pada waktu-waktu tertentu,’’ pungkasnya. (mim/ind)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi