Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

70 Persen Kebakaran di Kota Tangsel Akibat Korsleting Listrik

Muhtamimah • Kamis, 13 November 2025 | 21:17 WIB
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri memberikan alat pemadam kebakaran kepada masyarakat di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kamis (13/11).
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri memberikan alat pemadam kebakaran kepada masyarakat di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kamis (13/11).

JawaPos.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat, 70 persen kasus kebakaran di wilayahnya disebabkan oleh korsleting listrik. Persentase itu berdasar hasil evaluasi tahun 2024 dan tren tersebut masih berlanjut hingga tahun ini. 

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri, mengatakan, sebagian besar kasus terjadi karena penggunaan saklar atau colokan listrik yang sudah tua namun tetap digunakan.

"Kebakaran di Tangsel ini 70 persen diakibatkan korsleting listrik. Biasanya karena saklar yang sudah tua tapi masih dipaksakan digunakan, atau karena colokan yang bertumpuk. Ini sangat berisiko dan sering memicu kebakaran," kata Dohiri usai Pelatihan Pencegahan Kebakaran dan Penyerahan Alat Pemadam Kebakaran kepada masyarakat di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, kemarin (13/11).

Dia menyampaikan, berdasarkan data terakhir di 2025, telah terjadi lebih dari 50 kasus kebakaran, dan korsleting listrik tetap menjadi penyebab utama. Hampir setiap tahun, angka penyebab kebakaran konsisten di 70 persen. 

Selain korsleting listrik, Dohiri menyebut kebocoran gas elpiji menjadi penyebab kedua kebakaran dengan kontribusi sekitar 20 persen, sedangkan sisanya disebabkan oleh puntung rokok dan faktor kelalaian lainnya. Karena itu, Damkar Tangsel terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Salah satu bentuk upaya pencegahan dilakukan melalui Pelatihan Pencegahan Kebakaran dan Penyerahan Alat Pemadam Kebakaran kepada masyarakat. Dalam kegiatan itu, Damkar menyerahkan satu unit perahu karet, 43 alat pemadam (APAR), dan 25 stik ular kepada warga Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat.

"Pelatihan ini tidak hanya teori, tapi juga praktik langsung. Setelah peserta menerima materi dasar pencegahan kebakaran, mereka akan mempraktikkan cara penanganan darurat di lapangan. Tim rescue kami juga memberikan simulasi penggunaan stik ular, bahkan kami siapkan dua jenis ular sanca dan kobra untuk pelatihan penanganan hewan berbahaya," jelas Dohiri.

Dia berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat. "Kalau terjadi kebakaran, jangan panik. Minimal lakukan langkah awal pemadaman sebelum tim Damkar datang. Kalau soal binatang berbahaya, jangan nekat, tapi juga jangan panik hubungi Damkar, kami siap datang maksimal 15 menit," pungkasnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan #kota tangerang selatan #damkar