Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kronologi Lengkap Truk Kontainer Tertabrak Kereta Bandara di Tangerang

Ryandi Zahdomo • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:23 WIB
Kondisi kereta pasca kecelakaan truk kontainer vs KA Bandara di Stasiun Poris Tangerang, Jumat (20/2). (Istimewa)
Kondisi kereta pasca kecelakaan truk kontainer vs KA Bandara di Stasiun Poris Tangerang, Jumat (20/2). (Istimewa)

JawaPos.com - Kecelakaan hebat melibatkan truk kontainer dan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta terjadi di perlintasan sebidang Stasiun Poris, Kota Tangerang, Jumat (20/2) pagi. Insiden ini sempat melumpuhkan akses jalan utama dan jadwal perjalanan kereta akibat badan truk yang terseret hingga ratusan meter.

Peristiwa ini berlangsung di tengah guyuran hujan deras sekitar pukul 06.05 WIB. Meski hantaman keras tak terelakkan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Terjebak di Tengah Rel: Masalah Jeda Sirene

Kapolres Metro Tangerang Kota Raden Muhammad Jauhari mengungkapkan, kecelakaan bermula saat truk logistik tersebut melaju dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot.

Berdasarkan penyelidikan awal, ada jeda waktu antara bunyi sirene peringatan dengan pergerakan palang pintu otomatis yang membuat pengemudi terkecoh.

"Jadi dari keterangan awal, tapi masih dalam pendalaman. Saat kita mengambil keterangan, pada saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas, namun palang pintunya belum bergerak," ungkap Jauhari di lokasi kejadian, Jumat (20/2).

Lantaran palang pintu belum menutup, pengemudi tetap memacu kendaraannya masuk ke area rel. Namun, saat itulah petaka terjadi.

"Sehingga pada saat sirene dibunyikan, posisi kontainer itu sudah masuk di lintasan rel kereta. Nah, kemudian baru pintu palang apinya bergerak untuk menutup," jelasnya.

Badan Truk Terseret 100 Meter

Baca Juga: Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026, Layanan SIM Keliling di Jakarta Ada di 5 Lokasi  

Dimensi truk kontainer yang sangat panjang membuat kendaraan tersebut gagal meloloskan diri sepenuhnya. Bagian kabin kemudi berhasil melewati rel, namun badan kontainer di belakangnya langsung dihantam kereta yang melaju.

"Kepala mobil sudah melalui rel kereta, namun masih tertinggal bodi atau badan kontainer. Sehingga tidak sempat semuanya melaju, akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api," tambah Jauhari.

Dampak tabrakan ini sangat masif. Dua tiang listrik fasilitas operasional KRL rubuh, dan rangkaian kereta terhenti melintang menutup Jalan Raya Maulana Hasanuddin.

Penumpang Dievakuasi, Jadwal Kereta Dialihkan 

KAI Commuter bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap penumpang KA Bandara No. 806. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan seluruh pengguna jasa dalam kondisi aman.

"Fokus kami adalah melakukan evakuasi seluruh pengguna Commuter Line Basoetta No. 806 tujuan Bandara Soekarno-Hatta dan juga petugas. Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi," tutur Karina.

Baca Juga: Perkuat Peran Kelompok Perhutanan Sosial Jaga Hutan Jawa Barat, Dukung Langkah Pemerintah Cegah Bencana Ekologis 

Akibat kejadian ini, perjalanan kereta mengalami rekayasa pola operasi. Commuter Line Tangerang hanya melayani relasi Stasiun Rawa Buaya ke Stasiun Duri. Sementara KA Bandara dari arah Bandara hanya sampai Stasiun Batuceper.

Petugas gabungan kini tengah berjibaku melakukan perbaikan jaringan kabel listrik dan mengevakuasi badan truk menggunakan kereta penolong. Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif karena akses Daan Mogot - Cipondoh masih dialihkan.

Editor : Bintang Pradewo
#kecelakaan #ka bandara #tangerang